Ilustrasi penumpang MRT --MI/PIUS ERLANGGA.
Ilustrasi penumpang MRT --MI/PIUS ERLANGGA.

Sudah 407 Ribu Orang Jajal MRT dalam Uji Coba

Nasional mrt transportasi
Kautsar Widya Prabowo • 22 Maret 2019 21:11
Jakarta: Antusias masyarakat yang menggunakan moda raya terapadu (MRT) rupanya cukup tinggi. Pengopersian yang dilakukan pada 12 Maret hingga 23 Maret 2019 ini berhasil menyedot ratusan ribu masyarakat.
 
Direktur Utam PT MRT William Sabandar mengatakan bahwa diawal pembukaan uji coba disediakan kuota sebanyak 285.600. Kuota tersebut telah habis hingga akhirnya dilakukan penambahan kuota.
 
"Ditingkat pertama dari 285.600 kuota habis dan ditingkatkan sebanyak 407 ribu kita habis sampai dengan besok (23 Maret)," ujarnya di Kantor MRT, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil uji coba, masyarakat mengapresiasi pemerintah yang dapat membuat moda transportasi baru tersebut. Namun, masyarakat juga menyampaikan kritik yang membangun untuk MRT kedepannya.
 
Baca juga: Tarif MRT dan LRT Diputuskan Usai Peresmian
 
"Yang pertama mengenai tanda, ada beberapa saran dari komponen masyarakat tanda atau marka petunjuk yang belum terlalu jelas, dalam bulan ini kita sempurnakan dan suara pengumuman yang ada di dalam dan di stasiun kurang keras," tuturnya.
 
Selain itu, masyarakat dari disabilitas yang mendapatkan kesempatan menggunakan MRT juga turut berkontribusi untuk memberikan masukan. Terlebih masukan tersebut juga didengar langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ikut menjajal tranportasi tersebut.
 
Jarak lima meter antara bibir peron dengan pintu kereta MRT dinilai masih terlalu jauh. Kondisi ini dinilai menyulitkan penyadang disabilitas saat masuk ataupun keluar pintu kereta MRT.
 
"Jarak antar kertas dan peron itu akan ditutup dengan trap, nanti kita siapakan," tuturnya.
 
Kendati demikian, William tidak dapat menargetkan kapan masukan-masukan dari masyarakat dapat terselesaikan. Meski demikian, dipastikan saat April mendatang masyarakat sudah dapat menggunakan MRT dengan nyaman.
 
Baca juga: Jokowi Cerita Kesulitan Memutuskan Pembangunan MRT
 
Lebih lanjut, saran dan masukan yang masuk dari semua lini media MRT diusahakan akan direspon dengan cepat. Hal ini dilakukan agar dapat menunjang kenyamanan menggunakan MRT.
 
"Apa saja kita respon nol sampai 4 jam permintaan tidak struktural, ada toilet basah atau cleaning servicenya tidak bagus, ada juga respon yang harus kita sampaikan 0 sampai 4 jam, ada respon yang harus kami lakukan delapan sampai 24 jam, jadi kita akan menerima masyarakat setiap saat," pungkasnya.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif