Spanduk Tolak Wagub DKI dari PKS Beredar
Spanduk tolak wagub DKI dari PKS di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.
Jakarta: Sebuah spanduk berisi penolakan terhadap wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beredar. Spanduk berwarna merah putih itu terpasang di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Spanduk yang terbentang di pagar jalan itu bertuliskan, "Tolak Calon Wakil Gubernur dari PKS!". Di bagian bawah spanduk terdapat tulisan, "Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad)".

Gambar tersebut tersebar di berbagai media sosial. Hingga kini, belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.


Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menilai spanduk tersebut tidak mendidik. Ia sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menurunkan spanduk itu.

"Saya enggak tahu juga siapa itu yang masang spanduk," kata Suhaimi saat dihubungi, Jakarta, Kamis 20 September 2018.

Suhaimi meminta kehadiran spanduk tersebut tak membuat gaduh. Pasalnya, pengisian jabatan wagub DKI Jakarta tak melibatkan masyarakat layaknya Pilkada 2017.

Baca: PKS Klaim Gerindra Sepakat Serahkan Kursi Wagub DKI

"Jadi, jangan membuat kehebohan di masyarakat. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang bersama dengan Pak Gubernur (Anies Baswedan), kemudian memenuhi visi-misinya Pak Gubernur," ungkap dia.

Sementara itu, hingga saat ini, PKS masih melobi Partai Gerindra untuk memberikan kuota pencalonan wagub pada PKS. Rencananya, PKS akan mengusung dua calon: Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Syaikhu dinilai politikus andal. Dia pernah menjadi anggota DPRD Bekasi 2009-2013. Sementara itu, Agung menduduki posisi yang cukup strategi di PKS wilayah DKI Jakarta. Dia menjabat sebagai sekretaris umum DPW PKS DKI.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id