Penghuni Rusun Harus Bertanggung Jawab Bayar Sewa
Ilustrasi rusun - MI/Immanuel
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta tak bisa serta merta membebaskan biaya sewa rumah susun bagi warga tidak mampu. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, biaya rusun sudah disubsidi.

"Orang hidup ini tidak bisa gratis. Bahwa rusun itu sudah disubsidi. Biaya sewa Rp200 ribuan, kalau dia suami istri saya kira bisa (bayar)" kata Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Kendati begitu, ia akan mempertimbangkan masukan dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik. Bila memang diperlukan, Pemprov DKI Jakarta harus mengubah Perda dan Pergub.


"Ini masih diproses apa perlu revisi atau tidak. Tapi catatan saya, orang hidup itu harus ada tanggung jawab. Toh itu sudah murah sekali," tutur dia. 

Apalagi, Pemprov DKI Jakarta tak pernah mengusir warga yang menunggak. Pemprov DKI membiarkan warga untuk tetap tinggal hingga mereka punya hunian sendiri.

Plt Kepala Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Meli Budihastuti mengungkapkan tidak seluruh penghuni rusun miskin. Dari pendapatannya, banyak warga yang sebenarnya punya bangunan dan mobil. 

(Baca juga: M Taufik Minta Warga Miskin Dibebaskan Biaya Sewa Rusun)

"Dan di sana juga enggak semuanya miskin, Pak. Kami sudah berkerja sama dengan Dinas Dukcapil untuk mengetahui identitas mereka dari situ kita bisa lihat aset apa saja yang dia miliki," beber dia. 

Saat ini, pihaknya tengah mendata jumlah warga yang benar-benar miskin dan warga yang mampu tapi sengaja tidak ingin membayar. Bagi warga yang terbukti tidak mampu akan diberikan fasilitas pemutihan tunggakan. 

"Syaratnya, mereka harus tiga tahun dulu. Itu pun bukan pemutihan biaya sewa. Tapi pemutihan tunggakan listrik dan air. Retribusi sewa tetap harus ditagihkan oleh kementerian keuangan," pungkas Meli.

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, sekitar 16 ribu penghuni rumah susun di 24 lokasi menunggak uang sewa. Nilai tunggakan tak main-main, mencapai Rp27,8 miliar. 

Selain tunggakan uang sewa, para penghuni juga menunggak uang listrik. Ada lima rusun yang menunggak listrik sampai sebesar Rp1,3 miliar, dan menunggak air sebesar Rp6,9 miliar.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id