1.081 Pegawai DKI Terancam Kehilangan Tunjangan Kerja

Sunnaholomi Halakrispen 21 Juni 2018 15:08 WIB
pns
1.081 Pegawai DKI Terancam Kehilangan Tunjangan Kerja
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Syamsudin Lologau - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Sebanyak 1.081 pegawai negeri Pemerintah Provinsi DKI telah masuk kantor pada hari pertama usai libur Lebaran. Jumlah ini menurun dibanding tahun kemarin.

"1.081 ASN DKI datang terlambat dan tidak hadir hari ini," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Syamsudin Lologau di Ruang BKD, Lantai 20 Gedung G Balikota DKI Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Menurut dia, angka di atas turun 10 persen bila dibanding tahun kemarin. Tahun ini 1,61 persen pegawai DKI Jakarta terlambat hadir. 


"Sekarang ini mungkin persentasenya tinggal 1,61 persen yang tidak masuk. Nah dari total pegawai itu 67.295 pegawai keseluruhan pegawai DKI," imbuh dia. 

Jumlah tersebut, kata Syamsudin, termasuk dengan sebagian guru yang mendapatkan pergantian jadwal piket. Namun, ia belum mengetahui jumlah guru yang piket hari ini.

(Baca juga: PNS DKI Bolos tak Dapat TKD Sebulan)

Syamsudin menegaskan dampak dari ketidakhadiran ASN di hari pertama kerja yakni bakal kehilangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) satu bulan. Sedangkan, pemotongan TKD untuk ASN yang datang terlambat akan disesuaikan.

"Ada persentasenya itu, jadi ada per menit. Jadi artinya kan gini, tidak masuk saja itu per menit ada potonganya, karena sudah by sistem itu, akan terpotong dengan sendirinya gitu," tutur dia. 

Ia menekankan, di hari pertama kerja ASN tidak boleh menambah cuti lanjutan. ASN diwajibkan segera kerja. "Jadi tidak ada lagi cuti (lanjutan), tidak boleh. Sekarang ini kita lihat yang jam 07.30 tadi masih banyak yang itu," tutur dia.



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id