Warga Diminta Berani Melapor Terkait Peredaran Narkoba di Kampung Boncos

Sunnaholomi Halakrispen 14 Februari 2018 06:42 WIB
narkobasabu
Warga Diminta Berani Melapor Terkait Peredaran Narkoba di Kampung Boncos
Ilustrasi penggerebekan narkoba di Komplek Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Rabu (24/1). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga.
Jakarta: Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto menyatakan kemungkinan adanya keterkaitan antara peredaran narkoba di Kampung Boncos dengan Kampung Ambon.

"Bisa jadi ada juga karena jaringan narkoba itu kan sangat luas dan terputus ya, dari atas ke bawah. Bisa saja mereka satu jaringan dengan yang di Kampung Ambon," ucap Suhermanto kepada Medcom.id, Rabu 14 Februari 2018.

Namun, meski belum terbongkarnya jaringan besar narkoba di area Jakarta Barat, Suhermanto tidak berhenti memberikan imbauan masyarakat agar dapat memberanikan diri melaporkan peredaran narkoba yang dilihat warga.


Suhermanto menjamin jika pihaknya akan melindungi masyarakat yang mau bekerjasama. "Ini untuk mengingatkan bahaya narkoba, supaya timbul rasa empati dan berani dalam melaporkan peredaran narkoba yang disaksikannya," jelas Suhermanto.

Warga Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat telah mengetahui peredaran narkoba di wilayahnya. Terkadang, pemakai mengonsumsi narkoba di depan umum, atau gang gang sempit. Walaupun ada jaminan dari polisi dalam merahasiakan identitas pelapor, mayoritas warga memilih bungkam untuk memberikan laporan.

"Kalau dilaporin ke polisi yang ada nanti setelah mereka ditangkap, malah keluarga saya yang nggak aman," ujar salah satu warga Kampung Boncos yang enggan menyebutkan namanya.

Berdasarkan data yang didapat dari AKPB Suhermanto, selama tiga bulan terakhir tim kepolisian telah melakukan empat kali penindakan terkait narkoba di Kampung Boncos. Di tahun 2017 dilakukan pada Selasa, 21 November 2017 dengan mengamankan 10 orang dan barang bukti berupa sembilan paket shabu seberat 43,75 gram. 

Kemudian pada Rabu, 20 Des 2017 dengan mengamankan 19 orang dan barang bukti berupa sembilan paket shabu seberat 47 gram. Ketiga, dilaksanakan pada Kamis, 18 Januari 2018 dengan mengamankan dua orang dan barang bukti beruba 20 gram shabu. 

Terakhir, penggerebekan pada Rabu, 7 Februari 2018 dengan mengamankan sembilan orang dan barang bukti berupa sejumlah senjata tajam serta uang senilai Rp1.420.000 dan 64 gram shabu.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id