Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 16 April 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 16 April 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

1.177 Perusahaan Langgar PSBB di DKI

Nasional Virus Korona PSBB
Cindy • 15 Mei 2020 14:00
Jakarta: Perusahaan atau tempat kerja yang melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) semakin bertambah. Sejak Selasa, 14 April 2020, 1.177 perusahaan dengan 156.498 pekerja atau buruh melanggar aturan PSBB.
 
"Sebanyak 197 perusahaan di antaranya masuk kategori tidak dikecualikan, namun tetap melakukan kegiatan usaha. Telah dilakukan penghentian sementara kegiatannya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Menurut dia, 16.861 pekerja dari 197 perusahaan itu ikut dirumahkan. Perusahaan yang paling banyak diberhentikan sementara berada di Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan total 50 perusahaan yang mempekerjakan 1.584 buruh," ucap Andri.
 
Dia melanjutkan terdapat 297 perusahaan tidak dikecualikan masih beraktivitas, tetapi hanya mendapat peringatan dan pembinaan. Mereka tak ditutup sementara karena mengantongi izin Kementerian Perindustrian.
 
"Sebanyak 297 perusahaan ini belum melaksanakan protokol kesehatan covid-19 (virus korona) secara menyeluruh sehingga diberi peringatan," ujar dia.
 
Perusahaan kategori itu memiliki total 54.835 pekerja. Surat teguran paling banyak dilayangkan kepada perusahaan di Jakarta Timur dengan jumlah 108 perusahaan yang mempekerjakan 23.085 buruh.
 
1.177 Perusahaan Langgar PSBB di DKI
 
Baca: Legislator Desak Pemerintah Hentikan Relaksasi PSBB di Bandara
 
Sementara itu, 683 perusahaan dengan 84.802 pekerja masuk dalam sektor dikecualikan mendapat peringatan. Mereka tidak menjalankan protokol kesehatan covid-19 secara menyeluruh.
 
"Pemberian peringatan paling banyak di Jakarta Pusat dengan jumlah 172 perusahaan yang mempekerjakan 14.975 buruh," ungkap Andri.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif