Masyarakat di kawasan Teluk Gong memanfaatkan jasa Rod March, 43, untuk mengisi ulang daya telepon genggam mereka. Medcom/Yurike.
Masyarakat di kawasan Teluk Gong memanfaatkan jasa Rod March, 43, untuk mengisi ulang daya telepon genggam mereka. Medcom/Yurike.

Mengerubungi Tenda Cas Ponsel di Teluk Gong

Nasional banjir jakarta
Yurike Budiman • 04 Januari 2020 18:22
Jakarta: Telepon genggam jadi barang penting bagi masyarakat ketika bencana. Tak ayal, banyak yang kelimpungan ketika telepon genggam mereka kehabisan daya.
 
Rod March, 43, sangat memahami kondisi itu. Pria yang akrab disapa Rudi itu mendirikan tenda yang memfasilitasi pengisian daya telepon genggam di Jalan Teluk Utara, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara.
 
"Ini ide muncul begitu saja, karena kan orang perlu komunikasi pas banjir. Dari hari pertama banjir sudah siap," kata Rudi saat ditemui di Jalan Teluk Utara, Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbekal genset dan stop kontak, Rudi mematok harga sebesar Rp5 ribu untuk pengisian ulang daya satu telepon genggam. Masyarakat bisa menunggu telepon genggam milik mereka hingga penuh di dalam tenda milik Rudi.
 
Rudi bukan orang baru dalam usaha ini. Ia memang telah beberapa kali menyediakan jasa pengisian daya saat banjir melanda kawasan Teluk Gong.
 
"Kita kan tiap lima tahun sekali banjir, dari dulu emang sudah siap. Jadi tenda sudah pasang, diesel (genset) siap, kabel juga sudah saya siapkan semua dari awal," ujar Rudi.
 
Lokasi tenda yang tak jauh dari posko kesehatan dan bantuan untuk korban banjir itu laris diserbu pengungsi. Tapi, pengisian daya ini tak buka 24 jam. Tenda itu dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga 19.00 WIB.
 
Pantauan Medcom, terdapat 20 stop kontak paralel yang dipasang di atas meja panjang di dalam tenda milik Rudi. Sebagian stop kontak tergantung di tiang tenda. Terdapat tiga hingga lima colokan dalam satu stop kontak.
 
"Di sini sedia ada lebih dari 100 colokan ya. Orangnya juga ramai terus, keluar masuk aja. Sehari ya mungkin juga lebih dari 100 orang yang ke sini," kata dia.
 
Nurhayati, 30, merasa terbantu dengan usaha Rudi. Warga Teluk Gong, Jakarta Utara, itu mengisi ulang daya telepon genggam dan power bank.
 
"Untuk cadangan. Tinggal bayar Rp5 ribu satunya. Sangat terbantu ada seperti ini," kata Nurhayati.
 


 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif