Hadi Soleh, pedagang minuman di kawasan Monas, cuma bisa pasrah saat stikter berwarna merah bertuliskan 'Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah' ditempelkan petugas di motornya. Medcom.id/Ilham Pratama.
Hadi Soleh, pedagang minuman di kawasan Monas, cuma bisa pasrah saat stikter berwarna merah bertuliskan 'Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah' ditempelkan petugas di motornya. Medcom.id/Ilham Pratama.

Pedagang Monas Pasrah Dapat 'Hadiah' BPRD DKI

Nasional pajak kendaraan
Ilham Pratama Putra • 23 Desember 2019 15:37
Jakarta: Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta tak cuma menyisir mobil mewah penunggak pajak. BPRD DKI juga menempel 'stiker penunggak pajak' kepada sejumlah kendaraan yang diparkir di IRTI Monumen Nasional (Monas).
 
Hadi Soleh, pedagang minuman di kawasan Monas, cuma bisa pasrah saat stiker berwarna merah bertuliskan 'Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah' ditempelkan petugas di motornya. Hadi menunggak pajak kendaraan lebih dari dua tahun.
 
"Sebetulnya saya tidak tahu. Karena motor ini motor gadaian. Jadi nanti saya akan mintakan ke pemilik motor untuk membayar," kata Hadi di area parkir IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin 23 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Motor dengan nomor polisi B 3019 SVN itu tak diangkut BPRD. Hadi mendapatkan peringatan untuk segera membayar pajak.
 
"Saya minta lakukan pembayaran. Atau kalau tidak balik nama. Yang penting ada BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) sama STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Kalau KTP pemilik enggak perlu," kata Kepala Unit Pelaksana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jakarta Pusat BPRD DKI Jakarta Manasar Simbolon.
 
Sebanyak 25 mobil dan 14 motor tertangkap basah menunggak pajak. Penunggak pajak di bawah satu tahun diberikan surat peringatan. Stiker 'penunggak pajak' hanya ditempelkan pada kendaraan yang menunggak lebih dari dua tahun.
 
Sebanyak empat mobil dan lima sepeda motor ditempel stiker khusus tersebut. Rata-rapat pemilik kendaraan yang ditempel stiker merupakan pedagang di sekitar Monas.
 
"Rata-rata pemiliknya pedagang yang ada di Monas ini," lanjut Manasar.
 
Penempelan stiker merupakan upaya BPRD mendidik masyarakat membayar pajak tepat waktu. Pajak sangat penting digunakan membangun Jakarta.
 
"Jadi kami menghimbau masyarakat Jakarta khususnya pemilik kendaraaan segera membayarkan kewajiban pada waktunya. Pembayaran mereka sangat membantu kelancaran pembangunan kota Jakarta," jelas Manasar.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif