Bus listrik TransJakarta. Foto: Medcom.id/Cindy.
Bus listrik TransJakarta. Foto: Medcom.id/Cindy.

Anies Baswedan Akan Ganti Bus BBM Jadi Listrik

Nasional transportasi
Nur Azizah • 29 Maret 2019 13:16
Jakarta: Gubernur DKI Anies Baswedan ingin Ibu Kota menjadi kota ramah lingkungan. Salah satu caranya dengan mengubah bis berbahan bakar fosil menjadi listrik.
 
"Jakarta bisa menjadi kota yang ramah lingkungan dalam semua aspek dan kami bekerja sama dengan Cities Climate leadership Group (C40). Ini sangat penting karena kita akan mendapatkan contoh-contoh yang sudah terbukti di berbagai kota di dunia," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Maret 2019.
 
Dalam menerapkan transportasi ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ingin mencontoh Tiongkok. Di ‘Negeri Tirai Bambu’ hampir seluruh kendaraan menggunakan tenaga listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga baru tahu bahwa 95 persen bus listrik di dunia itu diproduksi di China. Di Eropa pun pakai bus dari China. Scania dan Volvo yang perusahaan besar justru tidak memproduksi bus listrik. Mereka masih memproduksi dengan cara lama," ungkap dia.
 
Rencananya, Pemprov DKI Jakarta bakal menguji coba penggunaan bus listrik tahun ini. Ada tiga bus yang akan diikuti uji coba.
 
"Harapannya, setelah uji coba kita akan tahu bagaimana secara ekonomisnya, penghitungannya, dari situ baru tahu konversinya," ujar Anies.
 
Dari uji coba, Pemprov juga akan mengetahui jumlah perhitungan keuangan dan nilai investasinya. Setelah itu, Pemprov DKI akan mengetahui kesiapan untuk mengonversi bus berbahan bakar minyak (BBM), gas, dan fosil menjadi listrik.
 
"Ini yang sedang kita lakukan, semuanya dalam fase uji coba," pungkas dia.
 
PT TransJakarta pun berencana menggunakan bus listrik untuk operasional bus di Ibu Kota. Pasalnya, target uji coba bus listrik bakal dilakukan tahun ini selama enam bulan.
 
Baca: TransJakarta Bakal Uji Coba Bus Listrik
 
Direktur PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan terdapat kelebihan dari penggantian bus berbahan bakar solar menjadi listrik itu. Bus ini beroperasi tanpa emisi, rendah biaya operasional dan perawatan, serta pengisian daya cepat.
 
"Jelas ini rendah emisi, emisinya malah nol. Emisi yang dihasilan mungkin hanya dari pembangkitan listriknya, tapi dari kendaraannya sendiri tidak ada emisi," ucap Agung, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Menurut dia, 46 persen emisi karbon di perkotaan berasal dari transportasi. Penggantian kendaraan berbahan bakar bensin menjadi listrik menjadi langkah baik.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif