Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto. Medcom.id/Yurike Budiman
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto. Medcom.id/Yurike Budiman

Ayah Pengancam Balita Dijerat Hukuman Berat

Nasional kekerasan anak
Yurike Budiman • 10 Desember 2019 01:56
Jakarta: Polisi mengamankan seorang pria berinisial TS, 40, yang mengancam dua balita putri menggunakan pisau pada Minggu, 8 Desember 2019 dini hari. Peristiwa ini terjadi di rumahnya sendiri di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.
 
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto menyampaikan tersangka TS, 40, merupakan ayah kandung balita tersebut yakni, PA, 4, dan BI, 3.
 
"Dari peristiwa pengancaman ini tersangka kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin yang dilakukan oleh orang tua kandung terhadap dua putrinya. Cukup miris karena ini putri kandung," kata Budhi, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi bengis sang bapak terbongkar setelah kedua anak balita tersebut berteriak di dalam rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Teriakan tersebut terdengar oleh satpam setempat.
 
"Kami mendapatkan informasi dari satpam setempat yang mengabarkan kepada kami, mendengar teriakan pada tengah malam. Ada anak yang teriak-teriak kemudian satpam tersebut menghubungi Bhabinkamtibmas setempat," kata Budhi.
 
Setelah mendengar laporan tersebut, unit Reskrim dari Polsek Cilincing bergerak ke lokasi untuk memeriksa rumah tersangka.
 
"Setelah di dalam anggota kami menemukan posisi orangtua atau bapak ini membawa senjata tajam kemudian sedang mengancam anaknya. Saat dibujuk (polisi), si ayah ini mengatakan bahwa dia akan membersihkan roh jahat yang ada di tubuh anak-anak tersebut. Kebetulan ibu dari kedua anak ini bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia dan sudah dihubungi," papar Budhi.
 
Hingga kini, kepolisian masih berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) Provinsi DKI Jakarta.
 
Sementara, atas peristiwa tersebut tersangka dijerat dengan undang-undang darurat dan undang-undang perlindungan anak.
 
"Undang-undang darurat, karena dia membawa senjata tajam tanpa izin dan melakukan pengancaman. Kedua, undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara," pungkasnya.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif