Ilustrasi polusi udara. MI/Ramdani.
Ilustrasi polusi udara. MI/Ramdani.

Anies Ancam Pabrik Keluarkan Asap Melebihi Ambang Batas

Nasional polusi udara
Antara • 13 September 2019 19:03
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam pabrik dengan kualitas asap melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan. Anies tak sungkan menutup pabrik itu.
 
"Salah satu bagian dari Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 semua kegiatan yang menyisakan asap itu harus ada ukurannya. Dan ukurannya harus sesuai dengan standar yang ditetapkan lingkungan hidup. Bila melanggar jangan harap melenggang tak diberi sanksi pasti akan diberi sanksi. Penutupan pun mungkin dilakukan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menemukan 25 kegiatan industri rumahan yang mencemari udara di Jakarta Utara. Sebanyak 23 usaha pembakaran arang dan dua usaha peleburan aluminium.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anies menekankan dalam proses pembuatan arang, pembakarannya tidak boleh melebihi batas normal baku mutu sesuai Kepgub Nomor 670 Tahun 2000 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak di Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI sedang menilai cerobong asap semua perusahaan di Jakarta.
 
"Bukan hanya hari ini saja, tapi sejak ada Instruksi Gubernur 66 tahun 2019 itu, semua diukur. Yang tidak punya alat pengukur harus punya alat pengukur, dan yang tidak memiliki ketentuan diberi waktu untuk koreksi bila setelah waktu yang ditetapkan, tidak memberi koreksi maka izinnya akan dicabut," ucapnya.
 
Dinas LH DKI Jakarta sering mendapatkan laporan dari masyarakat tentang aktivitas 25 pabrik pembakaran itu. Pabrik pembakaran itu beraktivitas 24 jam nonstop.
 
"Hasil analisa didapati parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu. Paparan NO2 dengan kadar lima ppm selama 10 menit pada manusia menyebabkan kesulitan dalam bernapas dan H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan," kata kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih.
 
Pemprov DKI Jakarta telah bertemu dengan pelaku usaha itu. Mereka berjanji menutup kegiatan pada 21 September 2019.
 
"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan aluminium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota," katanya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif