Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Medcom.id/Damar Iradat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Medcom.id/Damar Iradat.

PDI Perjuangan Sebut Anies Tak Konsisten

Nasional penggusuran
Insi Nantika Jelita • 18 November 2019 20:46
Jakarta: Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut Gubernur Anies Baswedan tak konsisten. Gembong menyindir Anies terkait kasus penggusuran permukiman liar di atas saluran penghubung Kali Sunter, Jakarta Utara.
 
"Pak Anies hanya ingin mendapatkan simpati masyarakat. Makanya Pak Anies sampaikan program itu (tidak menggusur). Tapi kan akhirnya tidak konsisten, apa yang diucapkan tidak konsisten. Faktanya, hari ini Pak Anies melakukan penggusuran," kata Gembong saat dikonfirmasi, Senin, 18 November 2019.
 
Gembong mengatakan penggusuran bisa dilakukan untuk menata wilayah ibu kota. Hanya saja, Gembong menyayangkan janji Anies tak akan menggusur saat kampanye Pilgub 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus PDI Perjuangan itu menyebut tindakan Anies tak sesuai dengan janji manis yang diumbar dulu. Wilayah Sunter, Jakarta Utara, merupakan lumbung suara Anies yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno.
 
"Cuma itu persoalanya. Yang sekarang harus jadi catatan Pak Anies. warga yang tergusur mendapat tempat layak huni. itu yang harus dipikirkan," ucap Gembong.
 
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik menampik Anies melanggar janji kampanye. Menurutnya, penggusuran dilakukan di tanah milik pemerintah.
 
"Enggak ada janji (penggusuran). Setahu saya nggak ada, makanya tergantung loaksinya apa. Tanah siapa itu? Kalau tanah pemerintah ya diberesin," jelas Taufik.
 
Sebelumnya beredar rekaman video penggusuran berujung kericuhan di Sunter pada Kamis, 14 November 2019. Penertiban bangunan liar yang dilakukan personel gabungan Kepolisian, Satpol PP, dan PPSU itu ditolak pemilik bangunan.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah disosialisasikan sebelumnya. Proses pembongkaran rumah juga melibatkan warga sekitar.
 
"Sesuai sudah dikomunikasikan lebih dari dua bulan (lalu) dan itu sepengetahuan mereka," kata Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 18 November 2019.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif