Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Anies: Masker Merupakan Vaksin Terbaik

Nasional dki jakarta Virus Korona Anies Baswedan
Putri Anisa Yuliani • 20 September 2020 06:34
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak para tokoh budaya Betawi untuk turut menyosialisasikan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak atau 3M. Masyarakat minimal harus menggunakan masker saat keluar rumah untuk melindungi diri dari paparan virus korona (covid-19).
 
"Karena penggunaan masker ini adalah vaksin terbaik dan perlindungan terbaik kita saat ini," kata Anies saat peluncuran buku Dedengkot Betawi secara daring, Sabtu, 19 September 2020.
 
Anies menyampaikan Pemprov DKI Jakarta akan terus mencari kasus aktif atau orang-orang yang terpapar covid-19. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan tes covid-19 hingga lima kali dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


WHO memiliki standar setiap daerah harus bisa melakukan swab test minimal 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Artinya, Jakarta harus melakukan swab test 11 ribu orang per minggu. Namun, Anies menargetkan untuk melakukan swab test kepada 55 ribu orang per minggu.
 
"Jadi mudah-mudahan kita akan bisa siap, karena alhamdulillah di Jakarta saat ini meskipun kasusnya banyak tapi karena kita aktif mencari mereka yang terpapar. Jakarta ini melakukan pengujian lima kali lipat dari yang distandarkan WHO. Mengapa? Karena kita ingin melindungi warga Jakarta. Orang dites supaya ketahuan mereka terpapar atau tidak," ungkapnya.
 
Baca: Pasien Covid-19 Sembuh di DKI Tertinggi Nasional
 
Tes covid-19 di Jakarta tidak dilakukan sembarangan. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan hasil penelusuran dari warga yang sebelumnya terpapar covid-19.
 
"Tes di Jakarta bukan untuk pertunjukan. Tapi pengetesan di Jakarta ini untuk mengobati, menemukan masalah bukan untuk pertunjukan. Karena itu, yang dites hanya mereka yang sudah terpapar, kalau si A kena covid-19 maka si A ditanya 14 hari kemarin ketemu siapa saja? Nah, semua orang yang dia temui 14 hari terakhir, itulah yang dipanggil untuk tes," jelasnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif