Depo rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: MI/Susanto.
Depo rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: MI/Susanto.

DPRD Diminta Tak Pelit Menyubsidi Tarif MRT

Nasional mrt
Theofilus Ifan Sucipto • 26 Maret 2019 11:14
Jakarta: DPRD DKI diminta tidak pelit memberi subsidi tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Anggaran pendapat dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta dinilai lebih dari cukup untuk memberi bantuan untuk menekan tarif MRT.
 
"APBD Jakarta hampir Rp90 triliun. Lebih baik uangnya dikasih masyarakat dalam bentuk pelayanan publik," kata analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan kepada Medcom.id, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Azas mengatakan subsidi adalah insentif bagi warga yang menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya. Tingginya penggunaan transportasi massal, kata dia, akan mengurangi kemacetan Ibu Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Subsidi itu wajar dan harus. Kita memberi servis bagi pengguna angkutan umum dari pemerintah," ujar Ketua Forum Warga Kota Jakarta itu.
 
Lebih detail, Azas mengusulkan pembagian pembayaran dengan skema 70-30. Artinya, kata dia, 70 persen biaya MRT ditanggung pemerintah dan 30 ditanggung masyarakat. Hal ini disebut bisa meningkatkan minat masyarakat beralih ke MRT.
 
"Sebaiknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meninjau kembali tarif MRT agar bisa maksimal diakses oleh warga," pungkas dia.
 
Diketahui, tarif MRT Jakarta ditetapkan sebesar Rp8.500, sedangkan tarif Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek sebesar Rp5.000. Angka ini telah disetujui DPRD DKI.
 
"Kita putuskan harga tarif MRT Rp8.500, sedangkan LRT Rp5.000," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sambil mengetok palu, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.
 
Baca: Anies Belum Sreg Tarif MRT
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta M Abas menjelaskan tarif keekonomian untuk MRT Jakarta sebenarnya Rp31.659 per penumpang. Untuk LRT, tarif keekonomiannya Rp41.655.
 
Lantaran terlampau mahal, Pemprov harus memberikan subsidi agar tarif kedua moda itu bisa ditekan. Setelah diberi subsidi, penumpang hanya perlu membayar Rp10.000 untuk MRT dan Rp6.000 untuk LRT.
 
"Untuk MRT Jakarta jumlah subsidi yang dibutuhkan per penumpang yakni Rp21.659. Sementara subsidi per penumpang untuk LRT Jakarta yakni Rp35.655," ungkap dia.
 
Jumlah penumpang MRT Jakarta pada 2019 diprediksi mencapai 65.000 per hari, dan untuk LRT Jakarta sebesar 14.255 penumpang per hari. Dengan demikian, jumlah subsidi yang dibutuhkan adalah Rp572 miliar untuk MRT dan Rp327 miliar untuk LRT pada 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif