NEWSTICKER
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

DKI Diminta Alokasikan Anggaran Pembelian Ventilator

Nasional Virus Korona
Insi Nantika Jelita • 26 Maret 2020 17:54
Jakarta: Kebutuhan alat medis rumah sakit tidak hanya alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis. Rumah sakit saat membutuhkan lebih banyak alat bantu pernapasan (ventilator) untuk pasien covid-19 (korona).
 
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Anggara Wicitra Sastroamidjojo, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalokasikan anggaran pembelian ventilator. Ia mengaku mendapat keluhan dari masyarakat minimnya alat ventilator di fasilitas unit gawat darurat (UGD).
 
"Tanpa ventilator, maka tingkat kematian akibat virus korona akan sangat tinggi. Karena itu, Pemprov DKI harus segera membeli banyak ventilator agar semua pasien dapat ditangani,” kata Ara sapaan karibnya di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Syarat Petugas Medis DKI Tinggal di Hotel Grand Cempaka
 
Kelangkaan ventilator seperti di Italia dan Spanyol, terang Ara, jangan sampai terjadi di Jakarta. Karena keterbatasan ventilator, akibatnya dokter di Italia dan Spanyol sampai harus menyisir pasien prioritas yang masih bisa diselamatkan jiwanya.
 
"Ini tidak boleh terjadi di Jakarta. Harga ventilator sekitar Rp450 juta per unit. Kalau dibutuhkan sekurangnya 2.800 sampai 3.500 ventilator total biaya yang dibutuhkan antara Rp1,35 triliun sampai Rp1,69 triliun termasuk pajak, ” jelas Ara.
 
Ia mengaku sudah mengecek APBD 2020. Ada beberapa pos anggaran yang bisa dialihkan antara lain pembangunan trotoar, sebagian pengadaan tanah, dan Formula E yang masing-masing nilainya Rp 1,2 triliun.
 
Pemerintah harus siap dengan skenario terburuk jika ribuan pasien covid-19 kritis. Jika ini terjadi, maka akan ada potensi konflik di rumah sakit berebut ventilator.
 
"Jangan sampai nanti banyak rakyat kecil terlantar dan tidak mendapatkan ventilator, lalu dibiarkan meninggal begitu saja,” ucap Ara.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif