Ilustrasi--Pengemudi ojek daring memberikan cairan pembersih tangan kepada penumpang. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)
Ilustrasi--Pengemudi ojek daring memberikan cairan pembersih tangan kepada penumpang. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

Ojol Wajib Gunakan Masker Hingga Disinfeksi Helm

Nasional Virus Korona ojek online PSBB
Sri Yanti Nainggolan • 11 Juni 2020 10:32
Jakarta: Ojek online (ojol) wajib mematuhi protokol kesehatan setelah diperbolehkan kembali membawa penumpang selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Pengemudi ojol minimal harus menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.
 
"(Pengemudi ojol harus) Rutin disinfeksi terhadap sarananya, dan helm itu setelah digunakan ya disinfeksi," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung DPRD DKI, Rabu, 10 Juni 2020.
 
Syafrin berharap kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dapat memperkecil penularan covid-19. Di samping itu, Dishub DKI belum mempertimbangkan opsi penyekatan antara pengemudi dan penumpang untuk menerapkan jaga jarak. Pengaturan itu diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Perhubungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekat kami belum melakukan pengaturan, tentu regulasi aspek keselamatan yang dikaji oleh Kementerian Perhubungan," ujar dia.
 
Baca: Daerah di DKI Jakarta yang Haram Bagi Ojek Online
 
Kementerian Perhubungan menyatakan operasional ojol pada masa new normal (kenormalan baru) sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan pihaknya telah bertemu dengan aplikator dan asosiasi ojol untuk menyusun protokol kesehatan tentang ketentuan pengangkutan penumpang. Ketentuan tersebut kemudian tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Transportasi Darat.
 
"Saya sudah komunikasikan dengan Gojek-Grab, mereka akan menyiapkan posko kesehatan di setiap kota, yang fungsinya akan memberikan pelayanan kepada pengemudi menyangkut penyemprot disinfektan, penggunaan hand sanitizer, kemudian pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun," kata Budi dalam video conference, Selasa, 9 Juni 2020.
 
Pemerintah juga menyepakati aplikator harus menyediakan penyekat antara pengemudi dan penumpang. Hal itu untuk menerapkan protokol jaga jarak serta meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali memakai moda transportasi ojek.
 
"Ini untuk investasi cukup ringan, dan ini kewajiban dari aplikator, baik Gojek dan Grab bersedia untuk menyiapkan dengan catatan secara bertahap," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif