Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line mengantre dengan berdiri sesuai tanda jarak fisik (physical distancing) di Stasiun Bogor, Jawa Barat. Antara Foto/Arief Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line mengantre dengan berdiri sesuai tanda jarak fisik (physical distancing) di Stasiun Bogor, Jawa Barat. Antara Foto/Arief Firmansyah

Masyarakat Diminta Bijak dalam Menggunakan Transportasi

Nasional Virus Korona
Putri Anisa Yuliani • 14 Juli 2020 08:02
Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengimbau agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan, serta bijak dalam menggunakan transportasi di tengah pandemi.
Masyarakat harus memaksakan diri membangun kebiasan baru agar mengurangi risiko terjadi penularan covid-19.
 
“Transportasi pada masa pandemi tidak mungkin dapat melayani masyarakat dengan protokol kesehatan yang memadai jika demand-nya masih persis sama dengan sebelum pandemi,” ujar Kepala BPTJ Polana B. Pramesti dalam keterangan resminya, Senin, 13 Juli 2020.
 
Hal ini tidak lain karena kapasitas angkutan harus dikurangi agar dapat menegakkan physical distancing. Polana meminta masyarakat tetap melanjutkan kebiasaan bekerja dari rumah atau Work From Home bila memang tidak mendapatkan hambatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat juga bisa mengurangi frekuensi ke kantor. Misalnya dari semula lima hari per minggu menjadi cukup dua hari per minggu dengan pengaturan jadwal.
 
Baca: Klaster Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Jakarta
 
Demikian pula untuk pekerjaan-pekerjaan yang menuntut datang ke tempat kerja setiap hari, pemilik kerja harus bersedia mengatur jadwal berangkat/pulang pegawainya agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
 
Menurut dia, sudah cukup banyak ketentuan peraturan yang mengatur soal demand ini, mulai dari Peraturan Kepala Daerah, Gugus Tugas Covid-19 hingga Peraturan Menteri, tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaannya.
 
“WHO pernah menyatakan bahwa transportasi menjadi salah satu faktor potensial penularan dan penyebaran covid-19, untuk itu kami berjuang keras agar transportasi komuter di wilayah Jabodetabek terhindar dari hal itu, namun semua itu sulit diwujudkan tanpa partisipasi masyarakat," ujar Polana.
 

(AZF)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif