Pengamat: Penunjukan Wakapolri tak Mesti 'Urut Kacang'

Lukman Diah Sari 17 Agustus 2018 03:51 WIB
polriwakapolri
Pengamat: Penunjukan Wakapolri tak Mesti 'Urut Kacang'
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Jabatan wakapolri yang ditinggalkan Komjen (Purn) Syafruddin masih digodok Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai, penentuan posisi wakapolri tak mesti 'urut kacang'. 

"Tidak ada aturan calon wakapolri harus urut kacang atau harus senior lainnya (terlebih dahulu)," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018. 

Penunjukan wakapolri merupakan hak prerogatif Kapolri setelah mendapat masukan dari Dewan Jabatan Perwira Tinggi (Wanjakti) Polri dan mengonsultasikannya dengan Presiden. 


"Ini sepenuhnya urusan internal Polri. Kita tunggu saja hasil Wanjakti. Siapa pun yang ditunjuk, pasti itu yang terbaik mendampingi Kapolri," tegasnya.

Baca juga: Kapolri Sudah Kantongi Pengganti Syafruddin

Menurut Edi, syarat menjadi wakapolri harus berprestasi dan memiliki leadership. Selain itu, calon wakapolri juga harus memiliki integritas, loyal terhadap tugas, dan mampu bekerja sama dengan Kapolri. 

Penunjukan wakapolri, lanjutnya, juga berbeda dengan pengajuan calon kapolri. Sesuai Pasal 11 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, calon kapolri adalah perwira tinggi (pati) Polri aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karir.

Baca juga: Idham Azis Berpeluang Besar Menjadi Wakapolri

Edi menilai, tak masalah bila Tito menunjuk Kapolda Metro Jaya Irjen Idam Aziz sebagai wakapolri. Idam dianggap menjabat sebagai Kapolda Metro dengan tipe A plus.

"Polda Metro Jaya berbeda dengan polda tipe A (bintang dua) lainnya yang sejenis. Idam juga memiliki prestasi bagus dalam mengamankan Ibu Kota dan selama ini kita amati bekerja total melayani masyarakat Jakarta," tuturnya. 



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id