Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Cindy.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Cindy.

Anies Beri Sinyal Setop PSBB Transisi

Nasional Virus Korona PSBB New Normal
Fachri Audhia Hafiez • 12 Juli 2020 22:34
Jakarta: DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus virus korona (covid-19) harian tertinggi. Jika kondisi ini tak kunjung membaik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berpeluang setop fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
 
"Bila itu terjadi maka kita semua harus kembali ke dalam rumah, kegiatan perekonomian, keagamaan, dan sosial terhenti," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangan melalui konferensi televideo yang diakses Medcom.id, Minggu, 12 Juli 2020.
 
Anies meminta kepada masyarakat Ibu Kota untuk memperhatikan tingginya kasus covid-19 akhir-akhir ini. Caranya dengan patuh terhadap protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan masker dalam setiap aktivitas. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun juga tak dilewatkan.
 
"Paling penting dari semuanya jangan ragu untuk mengingatkan siapa pun, kapan pun, dimana pun. Ingatkan, tegur bila ada yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, bila di ruangan lebih dari 50 persen kapasitas, dan tidak melakukan cuci tangan," kata Anies.
 
Baca: Warga DKI Diminta Tak Remehkan Lonjakan Kasus Covid-19
 
Anies menegaskan penanganan covid-19 tidak hanya mengacu pada peran pemerintah. Masyarakat perlu mendukung pencegahan penularan dengan pola protokol kesehatan.
 
"Karena itu saya ingatkan kepada semua kebijakan kita dan menomorsatukan keselamatan. Jangan sampai kita anggap enteng (penambahan jumlah kasus baru covid-19)," ucap Anies.
 
Jumlah kasus kumulatif pasien positif covid-19) di DKI Jakarta per Minggu, 12 Juli 2020, menjadi 14.361 orang. Dari total tersebut, sebanyak 404 orang dinyatakan positif tertular.
 
Sebanyak 9.200 dinyatakan sembuh. Sedangkan 702 telah meninggal dunia akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut.
 
Pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 554 pasien. Kemudian 3.905 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.
 
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 355 orang dan pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 734 orang.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif