Mantan Wali Kota Seoul Park Won-soon (kiri) saat berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Instagram @aniesbaswedan
Mantan Wali Kota Seoul Park Won-soon (kiri) saat berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Instagram @aniesbaswedan

Anies Kenang Kebaikan Mantan Wali Kota Seoul

Nasional dki jakarta Virus Korona korea selatan
Cindy • 13 Agustus 2020 14:19
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenang kebaikan Wali Kota Seoul Park Won-soon yang telah membantu penanganan covid-19 (korona) di Jakarta. Park Won-soon ditemukan meninggal pada Jumat malam, 10 Juli 2020, setelah sempat dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
 
Dia membagikan kisah betapa sulitnya mencari bantuan alat real time polymerase chain reaction (RT-PCR) saat virus korona baru merebak di Indonesia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencari celah untuk meningkatkan kapasitas tes covid-19 di Ibu Kota.
 
"Masalahnya saat itu, ketersediaan alat RT-PCR di dalam negeri terbatas, di pasaran global pun amat langka," tulis Anies di akun media sosial Instagram miliknya, Kamis, 13 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Seoul Adakan Peringatan Kematian untuk Walikota Park Won-soon
 
Anies berkirim surat ke delapan kota maju di seluruh dunia yang menjadi sahabat Jakarta. Dalam suratnya, Jakarta berencana meminjam alat RT-PCR selama masa pandemi dan akan dikembalikan setelah wabah selesai.
 
Mayoritas pemerintah kota yang  dimintai bantuan juga mengalami kesulitan yang sama dan tidak dapat membantu. Namun, Park Won-soon memberi kabar yang menjadi angin segar bagi DKI Jakarta.
 
"Mayor (Wali Kota) Park mengirim pesan bahwa lebih mudah untuk menghibahkan RT-PCR daripada meminjamkan. Jadi alat milik mereka yang masih baru itu dihibahkan untuk DKI Jakarta," beber Anies.
 
Baca: Korea Selatan Bantu Penanganan Covid-19 di Indonesia
 
Dubes Korea Selatan mengirim langsung mesin RT-PCR itu ke Balai Kota DKI. Alat ini mampu memproses hingga 900 sampel/hari.
 
Anies pun menitipkan sepucuk surat dan selembar kain batik Betawi sebagai ucapan terima kasih kepada Mayor Park. Surat itu telah sampai pada Mayor Park. Tapi, batik Betawi itu belum sempat dipakai karena Park Won-soon ditemukan wafat tiga minggu kemudian.
 
"Budi baik dan persahabatannya kita rasakan hingga sekarang. Pada ribuan tes yang dilakukan di Jakarta, ada jejak jasa Mayor Park dan persahabatan dua kota," ujar Anies.
 
Baca: Kenangan Wali Kota Seoul: Janji Bantu Jokowi Bersihkan Kali Jakarta
 
Park Won-soon menghilang pada Kamis, 9 Juli 2020, dan baru ditemukan dalam keadaan meninggal pada Jumat, 10 Juli. Putri Park, sempat menemukan pesan singkat yang bernada perpisahan.
 
Dalam pesan tersebut Park menulisan “Maaf untuk semua orang”. Pesan tersebut langsung dilaporkan ke polisi untuk melakukan pencarian.
 
Lebih dari 770 petugas polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans dimobilisasi untuk mencari pria berusia 64 tahun itu. Jasad Park akhirnya ditemukan di Gunung Bukak, Seongbuk-gu.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif