ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Polisi Sebut Tersangka Pembunuhan Wowon Lancar Beri Keterangan Saat Diminta Jadi Dalang

Rahmatul Fajri • 25 Januari 2023 10:57
Jakarta: Polisi menyebut ada keanehan saat menginterogasi salah satu tersangka pembunuhan berantai, Wowon Erawan alias Aki. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut Wowon awalnya sangat sulit untuk memberikan keterangan. 
 
"Pada saat memeriksa si Wowon ini kalau ditanya langsung susah tapi kalau jadi dalang kebuka semua itu, di mana korbannya, di simpan di sini. Ini fakta kejadiannya," kata Hengki melalui keterangannya, Rabu, 25 Januari 2023.
 
Hengki mengatakan Wowon mengaku pernah berprofesi sebagai dalang. Namun, Hengki belum mengetahui sejak kapan dan di mana Wowon bekerja sebagai dalang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum kita dalami dia pernah dalang dimana, yang jelas yang unik pada saat memeriksa si Wowon ini," ujar Hengki. 
 
Keahlian Wowon itu juga membuatnya menciptakan sosok fiktif yang sangat disakralkan oleh para pelaku pembunuhan. Tokoh itu bernama Aki Banyu. 
 
Hengki menyebut Wowon memerankan karakter Aki Banyu. Partner in crime Wowon, Solihin alias Duloh dan Dede Solehudin bahkan tidak mengetahuinya selama bertahun-tahun.

Baca: Jasad Korban Pembunuhan Wowon Cs Ditemukan Utuh Terbungkus Plastik Saat Digali


Duloh dan Dede baru mengetahui sosok Aki Banyu tersebut diperankan oleh Wowon saat ditangkap polisi. Dia menyebut modus yang dipakai Wowon cukup unik
 
Hengki mengatakan Wowon memiliki keahlian menirukan suara orang lain. Wowon yang mengaku sebagai Aki Banyu hanya berkomunikasi dengan Duloh dan Dede melalui telepon.
 
Keahlian menirukan suara itu juga diperkuat dengan profesi Wowon yang mengaku sebagai dalang. Hengki mengatakan Aki Banyu yang diperankan oleh Wowon itu merupakan sosok sentral dalam pembunuhan berantai di Cianjur dan Bekasi, Jawa Barat.
 
Aki Banyu memerintahkan Duloh dan Dede untuk membunuh korban dengan cara diracun dan dicekik. Selain itu, Aki Banyu juga berperan dalam menipu para tenaga kerja wanita (TKW).
 
Aki Banyu juga meminta korban penipuan, salah satunya Siti untuk menyebrangi laut untuk meraih kesuksesan. "Salah satu saksi ada yang menyampaikan 'pada saat itu saya disuruh di pinggir kapal. Saya curiga akan didorong ke laut' dan ternyata saat kita konfirmasi ke tersangka benar 'saya memerintahkan bila ingin sukses maka harus nyemplung ke laut'," ungkap Hengki.
 
Hengki mengatakan hal ini menjadi tanda tanya mengapa korban mau menuruti perintah dari Aki Banyu. "Nah, ini yang jadi tanda tanya kok nurut saja termasuk yang kami dalami saat ini ternyata yang ada di Bali itu terjun ke laut bukan hanya Siti, namun juga Noneng," kata Hengki.

Baca: Polisi Terus Cari TKW Lain Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs


Lebih lanjut, Hengki juga mengungkap peran Wowon dalam penipuan terhadap 11 tenaga kerja wanita (TKW). Wowon mengaku bisa menggandakan uang yang ada di dalam amplop. Hal tersebut yang membuat para korban tertarik untuk menyerahkan uangnya.
 
"Misalnya seribu tiba-tiba dibuat sedemikian rupa isinya bisa menjadi sepuluh ribu," jelas dia.
 
Hengki mengatakan penipuan yang dilakukan Wowon tersebut seperti multi level marketing atau MLM. Ia mengungkap setelah korban yang telah terjerat Wowon akan mengajak teman lainnya.
 
Ia mengatakan salah satu TKW bernama Siti yang dibunuh oleh Wowon juga mengajak temannya untuk mengirimkan uang kepada Wowon untuk digandakan. Untuk lebih meyakinkan korban, Wowon juga mengaku telah memiliki rumah dan mobil. Namun, setelah ditelusuri, rumah dan mobil tersebut bukan milik Wowon.
 
"Setelah ditelusuri itu adalah mobil dan rumah milik orang lain. Tapi untuk meyakinkan supaya korban tetap mengirimkan (uang)," kata Hengki.

 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif