Kereta Layang Loopline Ditargetkan Angkut 2 Juta Penumpang

Siti Yona Hukmana 14 September 2018 11:58 WIB
kereta api
Kereta Layang Loopline Ditargetkan Angkut 2 Juta Penumpang
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Pembangunan jalur kereta lingkar layang (elevated loopline) Jakarta ditargetkan beroperasi pada 2020. Kereta layang itu diyakini bisa mengubah pola perjalanan masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.
 
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan, pemerintah serius membangun proyek tersebut. Hal itu terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek.
 
"Pemerintah sangat serius untuk membangun proyek ini. Tujuannya untuk meningkatkan penumpang, dan diharapkan ada 2 juta penumpang per hari yang menggunakan kereta layang ini," kata Bambang kepada Medcom.id di kantornya, Jalan M.T Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 14 September 2018.
 
Bambang meyakini proyek yang masuk strategi nasional itu rampung sesuai rencana. "Sekarang pemerintah sedang menyiapkan model pembiayaannya dan kita harapkan 2019 fisik sudah dimulai. Sehingga pada akhir 2020 diharapkan bisa dioperasikan, karena kebutuhan sangat mendesak," ungkap dia.

Baca: Kereta Lingkar Layang jadi Salah Satu Solusi Kemacetan di Jakarta

Saat ini, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang dulunya disebut KRL Jabodetabek disebutkan Bambang hanya mampu menampung 1 juta penumpang per hari. Maka, salah satu alasan dibangunnya kereta layang untuk meningkatkan jumlah penumpang hingga 2 juta per hari.
 
"Nah, itu wujud keinginan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum. Dengan angkutan umum diharapkan bisa mengurai kemacetan dan menekan gas beracun karbon dioksida," ujar dia.
 
Jalur kereta layang ini akan ditempatkan di atas jalur eksisting KRL Commuter Line. Bambang meyakini, tak ada kendala dengan penempatan jalur tersebut.
 
"Tidak akan menimbukan kendala, justru itu akan menjadi solusi, seperti daya angkut penumpang meningkat. Lalu sesuai aturan pemerintah juga, yakni kereta layang itu nantinya tidak hanya mengangkut penumpang namun juga logistik," pungkas dia.




(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id