Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.

Polda Metro Sebut Jakarta Kondusif Selama Ramadan

Nasional hoax
Siti Yona Hukmana • 15 Mei 2019 18:37
Jakarta: Polisi mengklaim Ibu Kota Jakarta aman dan kondusif selama Ramadan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
 
Sejumlah kabar mengenai kondisi Jakarta yang mulai ricuh beredar di media sosial. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta masyarakat tak gampang percaya informasi yang masih sumir.
 
"Ada foto dan video yang diviralkan, ada kasus lama yang dinaikkan kembali, ada pesan broadcast isinya banyak begal. Saya sampaikan di sini bahwa Kamtibmas di Jakarta dalam situsi kondusif," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo merincikan sejumlah kasus hoaks terkait kericuhan dan begal yang beredar belakangan ini. Salah satunya, video yang menggambarkan kericuhan di sebuah tempat parkir. Dalam pesan berantai yang tersebar, kejadian itu disebut terjadi di Monas, Jakarta Pusat.
 
Padahal, kata Argo, kericuhan itu terjadi pada Senin malam, 13 Mei 2019, di daerah Makassar. Pihak yang berkelahi dalam video tersebut adalah para pengemudi ojek daring dan tukang parkir.
 
"Kami konfirmasi ke Makassar dan sudah ditangani oleh Polsek Panakukang di Makassar," sebut Argo.
 
Baca: Barang Bukti Milik Perekam Video Pengancam Presiden Disita
 
Selanjutnya, beredar sebuah foto seseorang dengan kondisi pergelangan tangan putus dan menjadi viral baru-baru ini.
 
Argo mengatakan, foto itu menampilkan korban kejadian tawuran pada 22 Februari 2019. Kasus itu telah ditangani oleh Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya. Pelakunya pun telah ditangkap.
 
Terkait kamtibmas di Jakarta, lanjut Argo, pihaknya menggelar Operasi Pekat Jaya 2019 selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Operasi tersebut digelar selama 15 hari mulai 7 hingga 21 Mei 2019.
 
Personel yang diterjunkan dalam operasi itu terbagi dua. Pertama, satuan tugas daerah yang terdiri dari unsur pimpinan, staf dan posko, serta pelaksana dengan jumlah 199 personel.
 
Kemudian, personel yang berasal dari kepolisian resor di bawah Polda Metro Jaya sebanyak 279 personel. "Total keseluruhan ada 478 personel," beber Argo.
 
Sasaran kegiatan dalam operasi itu yakni segala bentuk kejahatan jalanan dan premanisme. Seperti perampokan terhadap penumpang taksi, melakukan hipnotis, debt collector yang menagih dengan kekerasan, perampokan terhadap nasabah bank, kejahatan kapak merah, serta perjudian.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif