Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Orang Tua Perusuh Demo UU Ciptaker Diminta Datang ke Polda Metro

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2020 17:47
Jakarta: Orang tua siswa sekolah teknik menengah (STM) yang ditangkap saat ikut unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) diminta mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka diminta melihat langsung keadaan anaknya usai ditangkap karena merusuh pada demonstrasi UU Ciptaker tersebut.
 
"Kita harapkan memang ada orang tuanya. Kami sudah menyampaikan minta orang tuanya datang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Polisi menangkap 1.192 orang karena diduga melakukan kerusuhan saat demo. Setengah dari ribuan itu merupakan siswa STM. Selebihnya ada pengangguran, mahasiswa, dan buruh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang tuanya (siswa STM) datang untuk kita beri edukasi, bahwa ini anak ibu, anak bapak loh. Kalau tidak percaya ini kita kasih lihat dia punya handphone seperti apa? Kalau dia mau mengelak. Ini untuk pembelajaran jangan sampai nanti diulangi lagi bisa dijaga orang tuanya," ucap Yusri.
 
Baca: 285 Pedemo UU Ciptaker di Jakarta Diduga Membawa Sajam
 
Yusri mengatakan siswa STM itu datang dari berbagai daerah, seperti Banten, Purwakarta, Bogor, dan Bandung. Mereka disebut datang ke DKI Jakarta atas undangan di media sosial dengan tujuan untuk membuat kerusuhan. Hal ini diketahui dari handphone masing-masing siswa itu.
 
"Disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, dan disiapkan bus. Kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua," ujar Yusri.
 
Kerusuhan tak terelakkan terjadi Kamis malam, 8 Oktober 2020 hingga Jumat dini hari, 9 Oktober 2020 di sejumlah daerah di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Seperti di DKI Jakarta, 18 pos polisi dirusak dan dibakar. Kemudian, sebanyak 20 halte bus TransJakarta juga dirusak dan dibakar.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif