Air merendam pemukiman warga di Kampung Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Air merendam pemukiman warga di Kampung Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

57,6 Ton Garam Disemai dalam Modifikasi Cuaca

Nasional banjir jakarta cuaca ekstrem Jakarta Banjir
Candra Yuri Nuralam • 17 Januari 2020 09:00
Jakarta: Operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) berakhir Minggu, 12 Januari 2020. Sebanyak 57,6 ton bahan semai berupa garam digunakan untuk mengurai awan pembawa potensi hujan lebat.
 
"(Senin) 13 Januari 2020 hingga hari ini tidak lagi dilakukan penyemaian karena udaranya sudah cukup baik. Tidak ada awan-awan yang signifikan mendatangkan hujan lebat," kata Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza kepada Medcom.id, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Menurut dia, selama operasi, pihaknya menggunakan dua pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU), pesawat CN 295 dan CASA 212. Total ada 34 perjalanan penerbangan dengan masing-masing 19 kali menggunakan pesawat CN 295 dan 15 kali Casa 212.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap hari biasanya ada 2 sortie pakai CN 295 dan 2 sorti pakai CASA 212. Selama kita terbang itu semua total ada 74 jam 15 menit," ucap Riza.
 
Riza menjelaskan anggaran yang dikeluarkan untuk 6,2 ton bahan semai setiap harinya sekitar Rp60 juta. Total anggaran yang keluar selama operasi TMC mencapai Rp600 juta.
 
"Sementara untuk anggaran pesawat diambil dari anggaran TNI AU," kata Riza.
 
BPPT, kata dia, belum berencana menyemai garam di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya, potensi awan pembawa hujan lebat sudah berkurang.
 
"Nanti kita lihat saja kondisi cuaca kan tiap hari berubah. Ada data-data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang nanti menunjukkan ada potensi cuaca ekstrem, kalau demikian nanti kita akan lakukan lagi TMC," imbuh Riza.
 
Operasi TMC diambil sebagai upaya mitigasi terhadap hujan lebat dengan menyemai garam di awan-awan yang berpotensi masuk di Jabodetabek dan menimbulkan hujan lebat. Operasi dilakukan di sekitar kawasan Selat Sunda sejak Jumat, 3 Januari 2020.
 
Operasi ini melibatkan sejumlah institusi. BPPT menggandeng BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI AU.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif