Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Provinsi DKI Jakarta Jon Vendri. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Provinsi DKI Jakarta Jon Vendri. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

76 Persen Kebakaran di Jakarta Disebabkan Korsleting Listrik

Nasional kebakaran
Kautsar Widya Prabowo • 15 Agustus 2019 08:00
Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Provinsi DKI Jakarta menyebut korsleting listrik masih menduduki posisi pertama peyebab terjadinya kebakaran. Hal itu diketahui bedasarkan hasil investigasi di sejumlah lokasi kebakaran.
 
"Korsleting listrik 76 persen; lilin 0,0 persen; gas 7 persen; membakar sampah 11,3 persen; rokok 5,2 persen; dan lain-lain 41,12 persen," ujarKepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Provinsi DKI Jakarta Jon Vendri kepada Medcom.id, saat ditemui di Kantor DPKP DKI Jakarta, Duri Polo, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Jon menyebut koordinasi dengan PT PLN (Persero) selalu dilakukan, terutama ketika terjadi kebakaran meminta agar arus listrik dimatikan terlebih dahulu. Agar tidak ada petugas pemadam yang terkena sengatan listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun ia belum dapat menjelaskan penyebab korsleting listrik kerap terjadi di Jakarta hingga berujung kebakaran. Ia menyebut penjelasan lebih rinci berada di ranah PLN.
 
Kendati demikian, Jon menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang memicu terjadinya korsleting listrik. Seperti melakukan pencurian arus listrik hingga penggunaan alat kelistrikan yang tidak memenuhi standar.
 
"Bijak menggunakan alat listrik, menggunakan colokan tidak bertumpuk-tumpuk, rajin memeriksa instalasi listrik di rumah. Pemeriksaan instalasi tiga bulan sekali, minimal sekali setahun perlu diganti atau tidak, karena kabel pembungkus kalau udah habis emasnya mudah terbakar itu," jelasnya.
 
Baca:Anies akan Tandai Kawasan Rawan Kebakaran dengan Stiker
 
Kebakaran sering terjadi di Ibu Kota, terutama di kawasan padat penduduk. Penyebab kebakaran mayoritas karena korsleting listrik, seperti kebakaran yang terjadi di permukiman dekat Stasiun Manggarai pada 10 Juli 2019.
 
"Dugaan sementara karena korsleting listrik yang cepat merambat karena angin yang cukup besar," kata perwira piket Suku Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan Kebakaran Jakarta Selatan Paryo di lokasi kebakaran, Rabu, 10 Juli 2019.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif