Ilustrasi--Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. (Foto: MI/Susanto)
Ilustrasi--Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. (Foto: MI/Susanto)

Udara Memburuk, Warga Jakarta Disarankan Pakai Masker

Nasional polusi udara
Ilham Pratama Putra • 02 Juli 2019 12:32
Jakarta: Udara di DKI Jakarta dinilai kian memburuk. Warga disarankan menggunakan masker selama beraktivitas di luar ruangan.
 
"Kalau mau selamat, sosialisasi pemakaian masker. Artinya Pemprov DKI harus ada langkah-langkah konkret yang terukur dalam jangka pendek," kata Pengamat Tata Kota dan Lingkungan, Yayat Supriyatna kepada Medcom.id, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Yayat menyebut ruang terbuka hijau sangat minim di ibu kota. Pembangunan gedung-gedung pencakar langit ditambah pepohonan yang jumlahnya masih dapat dihitung jari turut berkontribusi pada kualitas udara di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jalan Thamrin dan Sudirman itu panas sekali, walaupun ada pohon yang baru ditanam akibat penataan pedestrian. Tapi tidak sebanding. Polusinya meningkat kasihan yang berjalan kaki. Lebih banyak menghirup karbondioksida," jelas Yayat.
 
Baca juga:Kualitas Buruk Udara Jakarta Diperparah Kemarau
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mencari solusi untuk memperbaiki kualitas udara. Salah satunya menggencarkan penggunaan trasportasi publik dan penghijauan.
 
"Mendorong penggunaan public transport yang lebih luas dan integrasi. Sehingga betul-betul mendorong orang menggunakan transportasi publik yang lebih hemat dan nyaman," pungkasnya.
 
Melansir situs Airvisual.com, Senin, 1 Juli 2019, Jakarta menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara (AQI) sebesar 178. AQI memiliki rentang dari 0 hingga 500. Semakin rendah AQI berarti udara sangat baik. Sebaliknya, semakin tinggi AQI berarti udara makin buruk.
 
Posisi Jakarta disusul Chengdu, Tiongkok, di posisi kedua dengan AQI sebesar 161. Sementara itu, Dubai, Uni Emirat Arab, ada di peringkat ketiga dengan AQI sebesar 154. AQI ketiga kota ini dikategorikan tidak sehat.
 
Dengan kategori ini, kualitas udara ini dianggap buruk dan dapat menyebabkan pembengkakan jantung dan paru-paru. Kelompok yang sensitif dengan udara pun berisiko tinggi untuk mengalami efek kesehatan yang buruk dari polusi udara.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif