Sekelompok pemuda HMI langsung digiring keluar Balai Kota Jakarta oleh petugas pengamanan dalam dan polisi. (Surya Perkasa)
Sekelompok pemuda HMI langsung digiring keluar Balai Kota Jakarta oleh petugas pengamanan dalam dan polisi. (Surya Perkasa)

Kecoh Pamdal Balai Kota DKI, Pemuda HMI Diusir

Nasional jokowi bus jakarta
Surya Perkasa • 18 Maret 2014 12:22
medcom.id, Jakarta: Sekolompok pemuda yang tergabung dalam sebuah organisasi mahasiswa diusir petugas pengamanan Balai Kota Jakarta dan polisi. Pasalnya, belasan pemuda yang melakukan demonstrasi dengan memasuki lingkaran dalam wilayah Balai Kota Jakarta.
 
Demonstrasi ini dinilai sudah menyalahi aturan karena dilakukan dalam lingkungan kantor Balai Kota.
 
Aksi ini dilakukan oleh 11 orang yang mengaku berasal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka juga mengenakan atribut HMI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka sempat mengecoh petugas keamanan yang berjaga. Pasalnya, mereka masuk dalam lingkungan Balai Kota tanpa menggunakan atribut ataupun alat demonstrasi.
 
Salah satu pemuda, yang kemudian diketahui bernama Arief Wicaksana, tiba-tiba melakukan orasi di depan pintu masuk Pendopo Balai kota Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk segera menuntaskan kasus pengadaan bus bermasalah.
 
"Kami menuntut Jokowi untuk menyelesaikan masalah bus TransJakarta dan BKTB! Karena kasus ini terbukti merugikan rakyat!" teriak Arief yang menjadi pemimpin aksi tersebut.
 
Setelah Arief berteriak, beberapa pemuda lain kemudian mengeluarkan dan mengembangkan spanduk, yang ternyata adalah alat demonstrasi. Spanduk berukuran 3x1,5 meter itu yang bertuliskan 'Jokowi Jangan Lari dari Masalah Transjakarta dan BKTB'. Spanduk itu juga memuat ilustrasi Jokowi yang menunjuk bus sambil mengucapkan 'Ini Baru Loh'.
 
Pengamanan dalam (Pamdal) yang awalnya hanya melihat, tampak kelabakan. Kemudian beberapa pamdal meminta para pemuda untuk pindah keluar pagar. Keempat pemuda yang berorasi menolak untuk pindah. Bahkan, satu pemuda lain datang membagikan selebaran aksi.
 
Beberapa saat kemudian, terjadi adu mulut antara demonstran dan pamdal.
 
"Kami melakukan aksi damai! Ini hak kami!" tegas salah satu pemuda.
 
"Silakan buat aksi, tapi ada aturannya. Silakan saja mau demonstrasi. Tapi di luar pagar," balas seorang pamdal berpakaian preman tidak mau kalah.
 
Pamdal pun menggiring para demonstran keluar pagar. Selama proses pengusiran, kedua pihak saling beradu argumen. Pemuda yang lain pun tetap berorasi. Proses pengusiran pun membuat wartawan yang sedang berjaga menunggu Jokowi, langsung bergerak untuk meliput.
 
Usai menggiring kelima orang demonstran dari depan pendopo, pamdal juga mengamankan lima orang lainnya. Kelima orang itu ternyata juga tergabung dalam kelompok demonstran.
 
Belasan anggota HMI cabang Jakarta itu pun terus berorasi di luar pagar. Pamdal yang sempat terkecoh, kemudian menjaga aksi yang mereka lakukan.
 

(BOB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif