Warga melintasi banjir menggenangi pertokoan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. Foto: Antara/Fanny Octavianus
Warga melintasi banjir menggenangi pertokoan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. Foto: Antara/Fanny Octavianus

Legislator DKI: Banjir Jakarta 'Naik Kelas'

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Sri Yanti Nainggolan • 28 Februari 2020 11:12
Jakarta: Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai antisipasi banjir Jakarta pada awal 2020 tak maksimal. Area banjir semakin meluas.
 
Umumnya, kata Gembong, banjir dialami warga di dataran rendah, permukiman padat, atau bantaran sungai. Tahun ini kawasan elite seperti Menteng pun ikut kebanjiran.
 
"Banjirnya sekarang sudah 'naik kelas'," kritik Gembong saat dihubungi, Jumat, 28 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Anies Klaim Banjir Telah Surut 100%
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap tak responsif. Seharusnya, Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya sigap menghadapi bencana setelah banjir 1 Januari 2020.
 
"Tapi, hari-hari ini masih kita dengar ada pompa yang mati. Seharusnya sudah tak boleh lagi seperti itu," kata dia.
 
Legislator DKI: Banjir Jakarta 'Naik Kelas'
Suasana sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Bundaran Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. Foto: Antara/Winda Wahyu Fariansih
 
Apalagi, hujan Senin malam, 24 Februari 2020, disebut Anies 'air lokal'. Seharusnya Pemprov mampu mengantisipasi dengan baik.
 
"Bagaimana kalau tiga kategori banjir numpuk jadi satu. Banjir rob, banjir kiriman, dan banjir lokal. Mau jadi apa Jakarta?" ujar Gembong.
 
Gembong menilai istilah banjir besar lima tahunan sudah tidak berlaku lagi di Jakarta. Pasalnya, sudah enam kali banjir sejak awal 2020 selalu merendam jakarta. Bencana tersebut terjadi pada 1 Januari, 18 Januari, 24 Januari, 2 Februari, 23 Februari, dan 25 Februari.
 
Sebanyak 5.158 warga Ibu Kota masih mengungsi hingga Kamis petang, 27 Februari 2020. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (PDIK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insyaf menyebut pengungsi tersebar di 70 lokasi. Pengungsi tinggal menunggu rumahnya dibersihkan sebelum bisa pulang karena banjir sudah surut.
 
Baca: Sindiran Keras Komisi V ke Program Naturalisasi Anies
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif