Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Eks Napi di Jakbar Dilibatkan Jaga Keamanan Masyarakat

Nasional narapidana Virus Korona
Zakaria Habib • 13 Mei 2020 00:54
Jakarta: Eks narapidana yang bebas karena mendapatkan asimilasi dilibatkan untuk menjaga keamanan masyarakat. Mereka mendapatkan pembinaan langsung dari Polres Jakarta Barat (Jakbar) melalui program membangun empati.
 
"Kita ingin para napi asimilasi ini bisa dengan baik menjalankan kehidupannya, bertanggung jawab pada keluarganya dengan bekerja dan berusaha," kata Kapolres Jakbar Komisaris Besar (Kombes) Audie Latuheru di Aula Maryam Kedoya, Jakbar, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Secara simbolis, program dijalankan kepada puluhan orang yang mewakili 372 eks napi asimilasi di wilayah hukum Polres Jakarta Barat. Polisi bakal melibatkan mereka dalam menjaga ketertiban di lingkungannya masing-masing serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, narapidana mendapat hak asimilasi setelah dinilai mampu memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dengan keberadaan mereka setelah kembali ke daerahnya masing-masing.
 
“Mereka dinilai aman dan mereka berkesempatan menjawab pikiran masyarakat bahwa mereka bukanlah penjahat lagi, tapi mereka juga orang-orang yang ingin menjalani kehidupannya dengan baik,” ujar dia.
 
Para eks narapidana turut menerima bantuan sosial terkait virus korona (covid-19) dari Polres Jakbar. Mereka pun senang bisa kembali hidup normal di tengah masyarakat. Para eks napi berharap bisa memberikan manfaat kepada lingkungan.
 
Eks napi, Diding Muhidin, sempat terlibat kasus pencurian. Warga Kota Bambu Selatan, Jakbar, itu bersyukur dapat bebas dari program asimilasi. Setelah bebas, dia siap terlibat dalam kegiatan Polri menjaga keamanan dan ketertiban, minimal di lingkungannya.
 
Baca: 106 Eks Narapidana Program Asimilasi Kembali Ditangkap
 
“Banyak arahan yang saya dapat dari polisi. Saya beruntung mendapat kebebasan lebih cepat. Sekarang, saya ingin membuka usaha dan juga membantu polisi,” kata Diding.
 
Sementara itu, eks napi lainnya Irfan Maulana sempat tersandung kasus hukum narkoba hingga divonis 4 tahun penjara. Dia mendapat kebebasan lebih cepat dari program asimilasi.
 
“Selama di tahanan berusaha untuk hidup lebih baik lagi. Ikuti program lapas (lembaga pemasyarakatan) yang ada. Dan setelah bebas ini banyak mendapat arahan dari bapak polisi untuk bisa berkarya dan juga berusaha," jelas dia.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif