Warga menggunakan otopet melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Blok M, Jakarta. Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Warga menggunakan otopet melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Blok M, Jakarta. Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Pengguna Skuter Listrik Diminta Bersikap Bijak

Nasional motor listrik
Husen Miftahudin • 10 Oktober 2019 01:35
Jakarta: Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengimbau konsumen agar berhati-hati dalam mengendarai skuter listrik seperti GrabWheels. Apalagi penggunaan skuter listrik di jalan raya belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
 
"Sebaiknya konsumen cerdas. Ketahui dulu hak dan kewajiban saat menyewa skuter listrik. Ketahui dulu apakah mau digunakan di jalan umum yang ramai atau bukan. Kalau di jalan umum yang ramai sudah pasti berbahaya," ujar Agus dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Agus juga mengingatkan pemerintah agar segera mengatur maraknya jasa penyewaan skuter listrik. Langkah tersebut sangat diperlukan sebagai bagian dari perlindungan terhadap konsumen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang ada sisi positifnya untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Tapi tetap harus diatur mulai dari izin, spesifikasinya, harus sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) dan lainnya," terang dia.
 
Di samping itu, Agus mendorong agar bisnis penyewaan jasa skuter listrik juga harus mengantongi izin karena juga menyangkut perlindungan terhadap konsumen.
 
"Harus ada uji standar terhadap kendaraan atau otopet listrik itu. Kedepankan pula prinsip kehati-hatian. Makanya betapa perizinan terhadap operasional skuter listrik itu sangat penting," urainya.
 
Berkaca pada penggunaan skuter listrik di banyak negara maju, beberapa negara di antaranya sudah melarang penggunaan produk itu di jalanan. Di Paris, Prancis misalnya, penggunaan skuter listrik di jalan raya dilarang lantaran dianggap berbahaya dan bukan termasuk jenis kendaraan umumnya.
 
Sementara di London, Inggris, skuter listrik telah dilarang digunakan di trotoar. Di kota tersebut, skuter listrik dapat digunakan di lahan pribadi dengan izin dari pemilik tanah.
 
Begitu juga di Kopenhagen, Denmark yang tegas menindak pengemudi skuter listrik sambil mabuk. Di sana, produk tersebut diklasifikasikan sebagai Personal Light Electric Vehicle (PLEVs) sehingga diperlakukan sama seperti sepeda motor.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif