Pekerja Menentang Penambahan Waktu Ganjil Genap

Dhaifurrakhman Abas 20 April 2018 13:34 WIB
sistem ganjil genap
Pekerja Menentang Penambahan Waktu Ganjil Genap
Jalan yang menerapkan ganjil genap. Foto: MI/Galih Pradipta.
Jakarta: Pekerja di wilayah Sudirman-MH Thamrin menentang penambahan waktu penerapan sistem ganjil genap. Aturan yang dicanangkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) itu dianggap mempersulit warga.

"Enggak setuju. Karena menyusahkan pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi berangkat ke kantor," kata Atikah, salah satu pekerja, kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Atikah yang bermukim di Jakarta Barat biasa mengakses Jalan Sudirman pukul 05.00 WIB untuk pergi ke kantornya. Mobil pribadi menjadi modal utamanya menuju kantor.


Dia menggunakan kendaraan pribadi karena lebih efektif ke kantor ketimbang menggunakan transportasi publik. Selain itu, kendaraan pribadi dianggap lebih nyaman dan aman.

Menurut dia, sejatinya transportasi publik semacam bus TransJakarta sudah nyaman. Namun, dia perlu menunggu bus ke halte yang kadang memakan waktu lama. Di bus pun sering penuh.

"Selain itu, titik pemberangkatan TransJakarta enggak sampai ke pemukiman warga. Jadinya, harus nyambung angkot atau TransJakarta dan itu merepotkan" lanjut Atikah.

Aturan baru, kata dia, akan diterima warga jika pemerintah menambahkan kuantitas dan kualitas transportasi publik. Kenyamanan menjadi faktor penting yang bisa mengubah perilaku pengendara beralih menggunakan transportasi umum.

Anggi, 25, pegawai lainnya, berpendapat senada dengan Atikah. Ia tak setuju lantaran aturan memajukan waktu ganjil-genap tak akan efektif mengurai kemacetan.

"Karena sekarang kan banyak taksi online. Beberapa pegawai pasti memilih taksi online yang pelatnya tidak terdampak ganjil genap menuju wilayah Sudirman-Thamrin. Sama saja kan, bikin macet juga di jalur tersebut jadinya," terang Anggi.

Sementara itu, seorang pengendara ojek daring, Rizky Arsyad, 31, mengaku senang dengan uji coba tersebut. Menurut dia, penerapan tersebut akan membuatnya untung. 

Baca: TransJakarta Dukung Perpanjangan Ganjil Genap

Pelanggan, kata dia, akan semakin banyak menggunakan jasa transportasi ojek daring untuk mencapai wilayah Sudirman dan Thamrin. Pasalnya, kendaraan roda dua tidak terdampak sistem ganjil genap.

"Soalnya kemungkinan warga yang biasanya mengendarai kendaraan roda empat bakal beralih ke angkutan lain. Misalnya jadi naik taksi, taksi daring, ojek daring atau transportasi publik," ungkap dia.

BPTJ berencana menambah jam pemberlakuan ganjil genap di kawasan Sudirman dan Thamrin, dari pukul 07.00-10.00 WIB menjadi pukul 06.00-10.00 WIB. Kebijakan itu dinilai akan mengurangi kepadatan kendaraan saat Asian Games 2018.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id