DPRD DKI: Minta Anggaran Nangis tapi tidak Dieksekusi

Nur Azizah 07 Agustus 2018 19:43 WIB
pemprov dkirusun
DPRD DKI: Minta Anggaran Nangis tapi tidak Dieksekusi
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.
Jakarta: Komisi D DPRD DKI mencecar Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat DKI Jakarta soal penyerapan anggaran 2018. Masalah bermula karena Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat DKI Jakarta Melly Budiarti menyatakan ada tiga anggaran rumah susun (rusun) yang dicoret.

Mendengar pernyataan tersebut, Sekretaris Komisi D Pandapotan Sinaga geram. Pasalnya, anak buah Gubernur Anies Baswedan sering meminta DPRD DKI untuk menganggarkan program itu.

"Padahal waktu kalian minta anggaran kalian mintanya kayak mau nangis. Tetapi, sekarang tidak bisa dieksekusi," kata Pandapotan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa, 7 Agustus 2018.


Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak teliti dalam membuat perencanaan. Gagalnya pembangunan rusun akan membuat sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) membengkak.

"Itu hampir Rp1 triliun loh. Ini akan jadi silpa. Kan enggak karuan," ujar Iman.

Menurut dia, jika sejak awal memang tidak bisa dieksekusi, seharusnya anggaran dialihkan ke program lain. Dana bisa untuk subsidi pangan bagi pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP). "Waduh, masyarakat akan sangat berterima kasih itu," imbuh politikus Partai Gerindra ini.

Baca: Pembangunan Rusun DKI Terpentok Waktu

Anggaran yang dicoret meliputi pembangunan rumah susun di Banjir Kanal Timur (BKT), Cakung, Jakarta Timur, sekitar Rp361,4 miliar. Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI akan membangun empat tower dengan 1.020 unit hunian. 

Selain itu, anggaran rusun Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Jakarta Timur, sebanyak Rp118,2 miliar juga dihapus. Dengan jumlah tersebut, Pemprov berniat membangun 2 tower dengan jumlah 510 unit.

Anggaran revitalisasi rusun Karang Anyar sebesar Rp162,8 miliar juga bernasib serupa. Anggaran tersebut untuk memperbaiki 2 tower dan 421 unit.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id