Penutupan sementara di restoran yang melanggar PSBB. Kedua restoran di Kelapa Gading dikenakan denda Rp5 juta. Istimewa
Penutupan sementara di restoran yang melanggar PSBB. Kedua restoran di Kelapa Gading dikenakan denda Rp5 juta. Istimewa

Restoran di Kelapa Gading Didenda karena Langgar PSBB

Nasional dki jakarta Virus Korona bansos PSBB
Yurike Budiman • 18 Mei 2020 16:54
Jakarta: Dua restoran di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ditindak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Administrasi Jakarta Utara, pada Minggu, 17 Mei 2020, malam. Restoran tersebut tidak patuh protokol kesehatan dengan mengizinkan konsumen makan di tempat.
 
"Rumah makan atau restoran diperbolehkan beroperasi tapi wajib menaati protokol kesehatan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara, Yusuf Majid, saat dikonfirmasi, Senin, 18 Mei 2020.
 
Yusuf mengatakan restoran melanggar Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta. Dalam aturan tersebut, restoran hanya boleh melayani pembelian untuk dibawa pulang atau layanan pesan antar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sanksi yang diberikan sesuai Pasal 7 Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB. Kedua restoran diberi denda dan penutupan sementara.
 
"Terhadap pemilik kedua restoran, dipastikan wajib membayar sanksi denda senilai Rp5 juta ke kas daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Bank DKI," ujarnya.
 
NasDem Sepakat PSBB DKI Diperpanjang
 
Sanksi ini diberikan sebagai bagian pemberian efek jera dan pembelajaran ke pengusaha lain agar tidak semakin banyak warga yang terpapar virus korona. Dia menyebut warga tak boleh dibiarkan berisiko terpapar dengan fasilitas makan di tempat.
 
"Karena ini dapat mengundang kerumunan orang dan membuat ini menjadi hal biasa," kata Yusuf.
 
Camat Kelapa Gading M Harmawan mengatakan, pihaknya tetap mengimbau warga untuk mematuhi PSBB. Menurutnya, PSBB yang dijalankan di Ibu Kota sudah berbuah hasil lantaran tren jumlah warga yang terjangkit semakin melandai.
 
"Diharapkan semakin menurun dan menghilang. Tapi ini tergantung kedisiplinan kita bersama. Kalau mendesak harus keluar rumah harus menggunakan masker dan jalani protokol kesehatan," kata Harmawan.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif