Suasana sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan penipuan pembelian siomai di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.
Suasana sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan penipuan pembelian siomai di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Gara-gara Siomai Mulyana Terancam Penjara

Medcom • 19 September 2022 16:00
Jakarta: Mulyana alias Cien Cien harus berurusan dengan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dia menjadi pesakitan setelah tukang siomai Efendi melaporkan Mulyana atas kasus dugaan penipuan.
  
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melanie menjerat Mulyana dengan Pasal 378 KUHP. Melanie mengatakan berdasarkan sejumlah bukti dan keterangan yang telah disampaikan dalam persidangan sebelumnya, terdakwa terbukti bersalah.
 
“Atas dasar itu, kami menuntut terdakwa dihukum enam bulan penjara,” kata Melanie saat membacakan tuntutan di Ruang Sidang Soebekti, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin, 19 September 2022.
 
Dalam surat tuntutan yang dibacakannya, Melanie mengatakan sejak 12 Mei - 1 Juni 2021 terdakwa telah empat kali memesan siomai kepada korban. Namun, hingga September 2021 terdakwa tidak membayar. Akibat perbuatan terdakwa, kliennya mengalami kerugian materi Rp 4.205.000.
 
“Korban yang butuh uang untuk modal usaha sudah beberapa kali menagih. Namun terdakwa selalu berkelit dan tidak ada itikad baik. Bahkan terdakwa bilang, sudah jangan menangih terus, saya baru saja keluar uang Rp 2 Miliar untuk keperluan renovasi,” kata Melanie.
 
Merasa dipermainkan dan sakit hati, Desember 2021 korban melaporkan terdakwa ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Pada sidang sebelumnya, Melanie menerangkan terdakwa telah diupayakan melalui restorative justice. Namun korban sudah kadung sakit hati dan memilih meneruskan perkaranya.
 
“Dia (saksi korban) sudah terlanjur kesal sebelumnya berulangkali menagih tetapi pembeli tidak mau membayar," kata Melanie.
 
Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Boko ini kemudian menanyakan apakah terdakwa dan kuasa hukumnya terima tuntutan tersebut. “Kami menolak Pak Hakim,” sahut Mulyana dan kuasa hukumnya.
 
“Jika begitu, silakan ajukan pledoi dalam sidang selanjutnya pada 26 September,” ucap Boko yang kemudian mengetuk palu tanda sidang ditutup.
 
(FZN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif