Pemprov Cari Pengganti Dirut Dharma Jaya
Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati. (Foto: Medcom.id/Damar Iradat).
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta tengah mencari pengganti Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi. Pasalnya, Marina sudah melayangkan surat pengunduran diri pada 6 Maret 2018 lalu.

Ketua Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan BUMD, Irham Dilmi mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta menunjuk seseorang untuk menggantikan Marina.

"Lagi cari siapa calon-calon yang bersedia untuk ke sana. Karena kita juga enggak bisa minta orang untuk duduk di situ karena Dharma Jaya di samping mengimpor dan menjual daging sapi, dia juga jual daging babi," kata Irham di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 30 April 2018.


Karena menjual daging babi, sebut Irham, banyak orang yang tidak bersedia ditempatkan di PD Dharma Jaya. Hingga Kamis, 26 April 2018, Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan BUMD masih menyeleksi kelayakan dan kepatutan pengganti Marina.

"Ini masih tahap awal sih. Jadi, yang kita lakukan sampai hari Kamis minggu lalu itu lebih banyak pada proses fit and proper test," ungkapnya.

Baca juga: Anies Minta Dirut PD Dharma Jaya Bersikap Profesional

Sedianya, masa jabatan Marina habis per 17 Mei 2018. Namun, dia diminta bertahan sampai ada penggantinya.

"Kalau yang saya dengar dia bersedia duduk sementara walaupun sudah mengundurkan diri," ujar dia.

Tak hanya Marina, Direktur Keuangan PD Dharma Jaya pun ikut mengundurkan diri. Irham tak bisa memastikan kapan Pemprov akan menemukan Dirut PD Dharma Jaya dan Direktur Keuangan yang baru.

"Enggak tahu, kan enggak begitu gampang. Kalau spesifikasi barang gampang. Saya 20 tahun lebih jadi headhunter enggak pernah gampang kaya begitu. Berbulan-bulan cari orang," pungkas Irham.

?Baca juga: PD Dharma Jaya Ditagih Utang Sehari 3 Kali

Sebelumnya, Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi sempat mengeluh ihwal lambatnya pencairan dana public service obligation (PSO) atau subsidi. Akibatnya, dia terpaksa berutang sekitar Rp80 miliar untuk memenuhi kebutuhan daging warga Jakarta.

Dia menyebutkan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta lamban memverifikasi pencairan dana. Sejak Desember 2017 hingga Februari 2018, PD Dharma Jaya menalangi pembelian pasokan daging sekitar Rp34 miliar. Mereka telah mengajukan penggantian kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

Mulanya, PD Dharma Jaya mengajukan dana penyertaan modal daerah (PMD) pada APBD 2018. Namun, Pemprov DKI justru menjanjikan akan memberikan dana PSO kepada BUMD tersebut sebesar Rp41 miliar. Akibatnya, PD Dharma Jaya berutang kepada pihak penyuplai daging ayam. Sebab, PD Dharma Jaya sudah tidak mampu lagi menalangi pembelian daging ayam dengan uang kas mereka sejak Januari.

Apalagi serapan daging ayam sejak Januari meningkat menjadi rata-rata 225 ton per bulan. Daging ayam dari PD Dharma Jaya dipasok ke pengguna kartu jakarta pintar (KJP), kartu jakarta sehat (KJS), hingga ke rusun-rusun.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id