Senin, Ganjil Genap di Jakarta Sejam Lebih Awal
Ilustrasi: Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menambahkan waktu pembatasan kendaraan roda empat melalui sistem ganjil genap di Jakarta. Uji coba akan dilaksanakan pada Senin, 23 April 2018.

"Hari Senin akan kita lakukan uji coba (penambahan waktu sistem ganjil-genap)," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko kepada Medcom.id, Jumat, 20 April 2018.

Menurut Sigit, aturan tersebut memajukan penerapan ganjil genap satu jam lebih awal. Apabila sebelumnya sistem berlaku mulai pukul 07.00 WIB-10.00 WIB, pada uji coba ini akan diubah menjadi pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.


Pemajuan waktu, kata dia, tersebut dilaksanakan di seluruh jalan protokol wilayah Jakarta yang sudah diatur kebijakan ganjil-genap. Peraturan baru ini akan berlaku dari Senin hingga Jumat, kecuali saat libur nasional.

"Ini akan berlaku untuk pagi hari saja. Sedangkan sore hari tetap dilaksanakan pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB," ujar dia.

Sistem ini sudah berlaku di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Sisingamangaraja. Sebagian Jalan Gatot Subroto, di persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda, juga menerapkannya.

Baca: Pekerja Menentang Penambahan Waktu Ganjil Genap

Penambahan waktu ganjil genap dilaksanakan dari 23 April 2018 sampai 4 Mei 2018. Sigit mengimbau seluruh pengguna jalan agar dapat menyesuaikan uji coba pengaturan lalu lintas tersebut.

"Juga mematuhi petunjuk petugas di lapangan, rambu-rambu lalu-lintas serta keselamatan di jalan," tukas dia.

Di sisi lain, ada beberapa kendaraan yang tak terimbas uji coba. Kendaraan itu antara lain mobil dinas presiden RI, wakil presiden RI, pejabat lembaga tinggi negara dengan pelat RI beserta kendaraan pengawalnya, kendaraan dinas instansi pemerintah, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans, mobil angkutan umum pelat kuning, angkutan barang, dan sepeda motor.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id