Sejumlah gedung bertingkat terlihat samar karena polusi udara di Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.
Sejumlah gedung bertingkat terlihat samar karena polusi udara di Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.

Tiga Skenario Hujan Buatan di DKI

Nasional polusi udara
Nur Azizah • 04 Juli 2019 12:32
Jakarta: Modifikasi cuaca untuk mengatasi polusi udara dilaksanakan medio Juli 2019. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) menyiapkan tiga skenario mengatasi pencemaran udara.
 
Skenario pertama, BBTMC akan menyemai awanpotensial dengan garam natrium klorida (NaCL). Tujuannya, agar hujan yang terjadi mampu menyapu polutan yang ada di atmosfer Jakarta .
 
"Nanti, polutan akan jatuh bersama dengan air hujan," kata Kepala BBTMC Tri Handoko Seto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Metode kedua, jika tidak ada awan potensial, lapisan inversi akan dihilangkan. Penghilang lapisan ini menggunakan es kering agar lapisan menjadi tidak stabil.
 
“Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang bagi polutan untuk terbang secara vertikal sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga di bawah lapisan inversi,” ujar Seto.
 
Baca: Pembatasan Kendaraan Pribadi Diminta Diintensifkan
 
Opsi ketiga mennggunakan metode penyemprotan air dari darat menggunakan alat pemecah kabut asap. Nantinya, alat tersebut akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah yang melawan angin.
 
“Air yang disemprotkan bertujuan untuk mengikat polutan yang ada,” ungkap dia.
 
Modifikasi cuaca di Ibu Kota akan didukung TNI Angkatan Udara dari Skuadron 4 Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Hujan buatan akan menggunakan armada pesawat Casa.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif