Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala
Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala

Pemilihan Wagub DKI Dianggap Tak Mendesak

Nasional Pengganti Sandiaga Uno
Nur Azizah • 08 Januari 2019 02:55
Jakarta: Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI meminta pemilihan Wakil Gubernur DKI dilakukan usai Pilpres 2019. Pencarian pendamping baru Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai PKB tidak mendesak.

"Sudah enggak usah direcokin dulu, biarkan sampai selesai Pilpres, paling tidak Jakarta biar aman dan kondusif dulu," kata Ketua Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas saat dihubungi, Jakarta, Senin, 7 Januari 2018.

Hasbiallah menilai Anies bisa bekerja sendiri. Menurutnya, ada atau tidak ada wagub tak menjadi soal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Sekarang gubernur bisa kok menangani sendiri. Ada wagub atau tidak ada wagub enggak masalah," ucap dia. (Baca: Tes Uji Kelayakan Cawagub DKI Dilakukan Pekan Ini)

Bahkan meski tidak ada pendamping, kata dia, pembahasan APBD DKI 2019 tetap berjalan. Hasbiallah pun mengapresiasi serapan anggaran APBD 2018 yang dinilai tak buruk.

"Penyerapan harus kita akui lumayan bagus tanpa adanya wagub. Kedua, pak gubernur bisa mengganti kepala dinas dengan cepat, tidak direcokin wagub. Jadi, ini wagub antara perlu dan tidak perlu," ungkap dia.

(Baca: Kekosongan Wagub DKI Rugikan Masyarakat)

Hingga saat ini, sudah ada tiga nama cawagub pengganti Sandiaga Uno. Tiga orang itu, yakni Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurahman Suhaimi. Seluruhnya merupakan kader PKS.

Sebelum ditetapkan menjadi wagub, ketiganya harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan oleh Partai Gerindra dan PKS. Namun, hingga kini belum ditetapkan kapan waktu uji kelayakan dan kepatutan digelar.


(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi