Ilustrasi banjir. ANT/Galih Pradipta
Ilustrasi banjir. ANT/Galih Pradipta

Pansus DPRD DKI Belajar dari Surabaya Cara Atasi Banjir

Nasional banjir jakarta pemprov dki
Putri Anisa Yuliani • 23 Oktober 2020 01:27
Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta terus menyambangi sejumlah wilayah untuk belajar mengatasi banjir. Kali ini, pansus mendatangi Surabaya.
 
"Secara geografis, Surabaya memiliki kemiripan dengan Ibu Kota. Karena posisinya yang sama berada di tepi laut dan juga datarannya rendah, persis seperti Jakarta," kata Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Zita menuturkan pihaknya juga sengaja memilih Surabaya lantaran kota pimpinan Tri Rismaharini itu 10 tahun lalu mengalami banjir yang sangat parah. Sebanyak 52 persen daerah digenangi banjir. Surabaya di bawah kepemimpinan Risma berhasil menurunkan banjir sampai 2,3 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu adalah bukti narasi yang dikerjakan," tutur Zita.
 
Dalam kunjungan itu, Zita menjelaskan pihaknya menanyakan cara dan upaya agar DKI bisa bebas banjir. Dia berharap pelajaran dari Pemkot Surabaya bisa menjadi masukan Pansus Banjir menyusun rekomendasi kepada Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan pihaknya dapat mendapat masukan. Pertama, pedestrian atau jalan. Ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan lebih utama agar sistem drainase berjalan baik.
 
"DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, salurannya tidak diperhatikan," tutu Zita.
 
Kedua, perhatikan kapasitas catchment atau tangkapan air. Hal ini mesti disesuaikan dengan saluran yang menampung agar air bisa disimpan dan dialirkan secara alami.
 
Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan baik itu datangnya dari laut atau banjir rob, hujan lokal, ataupun air kiriman.
 
"Keempat, kolaborasi antardinas dan kesadaran warga. Ketika musim hujan, seluruh dinas harus dikerahkan, tidak hanya satu atau dua dinas saja. Begitu juga dengan warga, kampanye bahaya banjir dan sebabnya sudah dilakukan lebih awal. Sehingga timbul keasadarannya untuk ikut serta menjaga kelestarian," papar dia.
 
Kelima, sebelum air masuk kota, kurangi debit terlebih dahulu. Pastikan aliran sungai memadai.
 
Pemprov DKI harus tahu memecah debit sungai dan memberi jalan untuk air. Sehingga debit air tidak melebihi kapasitas tampungan saluran, kali, maupun waduk di Jakarta.
 
"Intinya, keseriusan menangani banjir adalah kunci. Jika banyak dana dan rencana tanpa eksekusi, maka DKI akan tetap sama ceritanya setiap awal tahun, banjir," tegas dia.
 
Sebelumnya, Pansus Banjir juga sudah pernah ke Pekalongan dan Semarang untuk belajar mengatasi banjir. DPRD DKI bakal memberikan rekomendasi ini kepada Pemprov DKI. Namun, Zita menyerahkan pada Pemprov untuk mengeksekusi rekomendasi atau tidak.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif