Balai Kota DKI Jakarta, kantor gubernur dan wakil gubernur. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Balai Kota DKI Jakarta, kantor gubernur dan wakil gubernur. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

DKI Beli Robot Pemadam Kebakaran Rp37,4 Miliar

Nasional pemprov dki
Cindy • 12 Februari 2020 15:55
Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta membeli robot pemadam kebakaran dari Kroasia pada 2019. Robot ini nantinya dipakai sebagai alat pengurai material kebakaran.
 
"Sedang pelatihan personel, sharing knowledge.Harus ada beberapa tim, mesinnya, mekaniknya, operatornya. Semuanya dilatih sama dari luar negerinya, dari Kroasia," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Satriadi Gunawan saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Robot itu diklaim berguna menanggulangi kebakaran di tempat yang sulit terjamah personel, seperti terowongan MRT atau LRT. Robot diklaim bisa dioperasikan dari jarak jauh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak mungkin mobil kami unit masuk ke dalam terowongan (LRT MRT). Kalau itu (robot) bisa masuk terowongan, bisa dioperasikan dari jarak jauh untuk safety anggota," ujar Satriadi.
 
Menurut Satriadi, keuntungan dari robot pemadam kebakaran itu salah satunya mengurangi risiko petugas di tempat kejadian perkara (TKP). Robot juga bisa digunakan untuk masuk ke zona bahan kimia berbahaya.
 
DKI Beli Robot Pemadam Kebakaran Rp37,4 Miliar
Robot pemadam kebakaran dari Kroasia. Foto: Instagram Humas Jakfire
 
"Kayak model di pom bensin, kalau anggota kan berisiko. Kan itu banyak terjadi di luar negeri. Yang berisiko seperti itu, kami menggunakan itu," kata dia.
 
Berdasarkan situs lpse.jakarta.go.id, harga satu unit robot pemadam kebakaran mencapai Rp37,4 miliar.
 
Tahun ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta bakal mengadakan robot dengan spesifikasi berbeda. Anggaran yang disiapkan untuk tiga unit robot baru sebanyak Rp44,7 miliar. Di dalam robot tersebut terdapat berbagai macam peralatan penyelamatan.
 
"Anggaran sudah ada, cuma masih proses pendaftaran lelang macam-macam, tapi belum dibuka," kata Satriadi.
 

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif