Fakta buruknya kualitas udara Jakarta. Foto: Dok/Metro TV
Fakta buruknya kualitas udara Jakarta. Foto: Dok/Metro TV

Fakta Buruknya Kualiatas Udara Jakarta

MetroTV • 14 Juli 2022 00:23
Jakarta: Kualitas udara di Jakarta semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Jakarta selalu masuk peringkat 10 besar dalam kategori kualitas udara terburuk di dunia. Tak jarang, Jakarta menduduki peringkat 1 atau 2.
 
Perbedaan udara tahun 2022 dan tahun 2020 di Jakarta begitu signifikan. Udara di Ibu Kota Indonesia pada tahun 2020 berwarna biru dan cukup cerah. Sedangkan, pada tahun 2022, polusi udara mendominasi di kawasan Jakarta.
 
Berdasarkan Air Quality Index, Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk dengan indeks angka 160. Kemudian di peringkat kedua ada Lahore, Pakistan dengan indeks angka 151 dan peringkat ketiga ada New Delhi, India dengan indeks angka 139.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka-angka tersebut menggambarkan indikator kualitas baik atau buruk.
 
Angka 0–50 menunjukkan kualitas udara baik.
Angka 51–100 menunjukkan kualitas udara sedang.
Angka 101–150 menunjukkan kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Angka 151–200 menunjukkan kualitas udara tidak sehat bagi semua kelompok.
Angka 201–300 menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat.
 
Menurut data Air Quality Index, kualitas udara terburuk di Jakarta berada di sekitar pukul 7–9 pagi dan sekitar pukul 8–11 malam. Dari data tersebut, ditunjukkan bahwa pada hari ini, 13 Juli 2022 pukul 07.00 WIB indeks angka mencapai 155. Kemudian, pada pukul 08.00 WIB naik menjadi 164. Lalu, pada pukul 09.00 WIB dan 10.00 WIB juga naik menjadi 174 dan 186, khususnya di kawasan Kuningan.
 
Artinya, kualitas udara di Jakarta menggambarkan bahwa kualitas udaranya tidak sehat untuk semua kelompok. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor kendaraan bermotor, emisi pabrik, pembakaran bahan organik, dan penggunaan bahan bakar fosil.
 
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Anies Baswedan mengharapkan, jika dalam kondisi seperti ini semua masyarakat ikut andil dalam bertanggung jawab.
 
“Di Jakarta misalnya ketika ada sebuah perusahaan yang mengotori udara, kami mengambil langkah mencabut izin lingkungan hidupnya sehingga harus tutup, tidak bisa diselenggarakan lagi. Kami minta kepada semua industri di sekitar Jakarta, di luar Jakarta yang dampak dari polusinya itu sampai ke kota ini lakukan tindakan yang sama,” kata Anies dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Rabu, 13 Juli 2022.
 
Untuk masyarakat juga diharapkan menggunakan masker dalam beraktivitas karena kualitas udara yang buruk dapat merenggut nyawa. (Sherviana)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif