Ilustrasi- Petugas menempelkan stiker 'Objek Pajak' pada mobil mewah saat razia supervisi pencegahan pajak mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara di Jakarta, Kamis (5/12/2019). ANT/M Risyal Hidayat.
Ilustrasi- Petugas menempelkan stiker 'Objek Pajak' pada mobil mewah saat razia supervisi pencegahan pajak mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara di Jakarta, Kamis (5/12/2019). ANT/M Risyal Hidayat.

Bayar Pajak Bulanan Bakal Bikin Kendaraan Pribadi Membeludak

Nasional pajak kendaraan
Cindy • 16 Desember 2019 09:30
Jakarta: Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno tak setuju pajak kendaraan bisa dibayar per bulan. Langkah itu disebut bakal membuat kepemilikan kendaraan pribadi membludak.
 
"Biar saja pajak itu dipersulit (bayar per tahun) biar tidak pakai kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," kata Djoko saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.
 
Djoko paham pembayaran pajak kendaraan per bulan bisa memudahkan masyarakat. Contohnya, pajak kendaraan seharga Rp3 juta setahun dibayar menjadi bulanan sebesar Rp250 ribu per bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tapi Djoko mengingatkan masyarakat seharusnya menerima risiko pembelian kendaraan dengan angka pajak tinggi. Karena pemilik kendaraan seperti mobil seharusnya mampu membayar pajak tahunan yang telah ditetapkan.
 
"Kalau enggak mampu, enggak usah beli mobil," kata Djoko.
 
Lagipula, kata Djoko, belum tentu wajib pajak rutin membayar setiap bulan. Pemprov DKI Jakarta juga belum memiliki aturan baku mengenai wacana itu.
 
"Sudah nyicil enggak mampu bayar minta pengurangan lagi, celaka kan," ujarnya.
 
Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memasang stiker segel berwarna merah pada mobil mewah penunggak pajak. Terdapat lebih dari 1.000 mobil mewah belum bayar pajak di Ibu Kota.
 
"Bilamana mereka tidak melakukan pembayaran juga, kita akan melakukan penindakan dengan menempel stiker bahwa kendaraan tersebut belum membayar pajak," kata Koordinator Supervisi Pencegahan Wilayah III KPK Friesmount Wongso di Polda Metro Jaya, Rabu, 4 Desember 2019.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif