Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Syaikhul Hadi)
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Syaikhul Hadi)

Infrastruktur Lapas Dinilai Perlu Diperbaiki

Nasional lembaga pemasyarakatan
Damar Iradat • 19 Maret 2019 01:16
Jakarta: Infrastruktur lembaga permasyarakatan (lapas) dinilai perlu diperbaiki. Sebab, mayoritas lapas di Indonesia warisan zaman kolonial Belanda.
 
Kriminolog Universitas Indonesia Kisnu Widagdo menyarankan pemerintah memperbaiki infrastruktur tersebut. Menurutnya, infrastruktur lapas saat ini tidak lagi memadai.
 
“Jadi, struktur dan infrastruktur kelengkapan dan seterusnya, seiring dengan berjalannya waktu sepertinya sudah tidak berjalan dengan baik lagi. Kondisi sekarang memang berbeda,” kata Kisnu, di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebakaran Lapas di Aceh pada Minggu dini hari 17 Maret 2019, seharusnya menjadi momentum oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk memperbaiki infrastruktur dan peningkatan fasilitas lapas. Apalagi, menurut dia, narapidana rentan menjadi korban dalam peristiwa-peristiwa tersebut.
 
Ia melanjutkan perbaikan infrastrukur ini membutuhkan anggaran yang besar. Namun, biaya besar ini bisa digunakan untuk menjamin perlindungan HAM di dalam Lapas.
 
“Narapidana perlu makan, minum, dan kesehatan juga. Jadi tiap peristiwa, dijadikan asessment kepada Lapas. Pakailah sudut pandang perlindungan HAM, dari situ dakan kelihatan berapa biaya yang dikeluarkan, dan dananya, apa yang harus dibangun akan kelihatan dan terlihat di sana,” ujarnya.
 
Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas menyampaikan sepanjang lapas memenuhi standar penanganan bencana alam ataupun bencana kebakaran dan banjir, hak asasi manusia warga binaan akan tetap terjamin. “Setiap lapas biasanya mengikuti aturan internasional ataupun nasional mengenai penanganan bencana, termasuk kebakaran,” katanya.
 
Menurut Hafid, kurangnya alat pemadam di lapas sementara waktu bisa diantisipasi oleh pihak lapas dengan meningkatkan kemampuan SDM. Dengan begitu, mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan menangani bencana kebakaran. Tapi, dia meyakini para petugas lapas itu telah dilatih untuk menanggulangi bencana sesuai dengan prosedur.
 
Misalnya, diberi pengetahuan mengenai penyebab kebakaran, kendala menangani kebakaran, klasifikasi kebakaran, proses terjadinya kebakaran, prinsip menanggulangi kebakaran, jenis-jenis alat pemadam api ringan (APAR) dan berat (APAB), serta teknik menggunakan APAR dan teknik menanggulangi kebakaran menggunakan berbagai peralatan.
 
“Jumlah alat pemadam di lapas sebetulnya sudah memenuhi standar dengan kapasitas napi yang mayoritas overload. Yang terpenting tinggal bagaimana alat tersebut bisa dipastikan berfungsi dengan baik,” tambahnya.
 
Sementara itu, permasalahan kelebihan kapasitas warga binaan dan kasus kebakaran belakangan rawan terjadi di lapas dan rutan Tanah Air. Namun, Kepala Bagian Humas dan protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham Ade Kusmanto memastikan pihaknya selalu mengutamakan keselamatan narapidana.
 
“Setelahnya (berbagai peristiwa kebakaran dan bencana-red) ada pengusulan anggaran tanggap darurat ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan atas hasil investigasi dan penghitungan kerusakan yang ditimbulkan terhadap sarana dan prasarana pascabencana,” kata Ade.
 
Tim tanggap darurat itu dipastikannya telah dibekali pelatihan dan peralatan evakuasi narapidana sesuai Permenkumham Nomor 33 Tahun 2015. Pihaknya segera menginvestigasi guna mengetahui penyebab terjadinya bencana. Kemudian, menghitung kerusakan yang ditimbulkan.
 
Langkah ini yang setidaknya diterapkan ketika api menghanguskan Cabang Rutan Sinabang, Aceh. Sebanyak 82 warga binaan langsung dievakuasi ke Polres Simeuleu.
 
“Dalam keadaan darurat atau tertentu, yang menjadi fokus ialah penyelamatan jiwa dari narapidana dan tahanan,” tandasnya.
 
Belakangan ini kebakaran di lapas rentan terjadi. Selain Cabang Rutan Sinabang, api juga melalap Blok D khusus narkoba Lapas Klas II A Biaro Bukittinggi Sumatera Barat akibat arus pendek pada 21 Januari 2019.
 
Pada 25 September 2018, ruang mesin genset Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan juga terbakar. Contoh lainnya, kebakaran yang terjadi di rumah tahanan di Donggala tak lama setelah wilayah itu diguncang gempa dan tsunami.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif