Ilustrasi pesepeda. ANT/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi pesepeda. ANT/Rivan Awal Lingga

Jalur Khusus Sepeda Dinilai Mendesak

Nasional penjambretan dki jakarta sepeda
Theofilus Ifan Sucipto • 17 November 2020 16:18
Jakarta: Pendiri komunitas Bike to Work Indonesia, Poetoet Sudarjanto, menyebut pemerintah mesti mendukung pesepeda melalui sejumlah fasilitas. Keselamatan pesepeda terancam tanpa fasilitas memadai.
 
“Infrastruktur mutlak dibangun untuk meningkatkan keamanan dan gesekan dengan pengendara lain atau tindak kriminal,” kata Poetoet dalam diskusi virtual, Selasa, 17 November 2020.
 
Poetoet mengusulkan pemisah yang jelas antara jalur sepeda, jalur pejalan kaki, dan jalan kendaraan bermotor. Sehingga seluruh pihak tidak melenceng ke jalur lain dan berpotensi terjadi kecelakaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut kasus kecelakaan sepeda bertambah tiap tahun. Sebanyak 3.209 pesepeda mengalami kecelakaan pada 2017, 3.227 pesepeda pada 2018, dan 3.231 pesepeda pada 2019.
 
(Baca: Kemenhub Akan Bantu Pemda Bodetabek Bangun Jalur Sepeda)
 
“Sedangkan di Jakarta ada 32 pesepeda meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Ini yang harus diperhatikan,” tegas dia.
 
Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai infrastruktur bagi pesepeda mendesak. Fasilitas sederhana seperti pemisah jalur bisa mengurangi risiko konflik dengan pesepeda lain, pejalan kaki, bahkan pengendara lain saat menggowes.
 
Djoko mengatakan dampak jangka panjang bersepeda ialah masyarakat meninggalkan angkutan umum bahkan kendaraan pribadi. Hal itu bisa membantu upaya pemerintah menurunkan emisi serta menjaga kesehatan masyarakat.
 
“Jangan sampai ada momok bersepeda tidak aman,” tutur Djoko.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif