Masyarakat Lebih Suka Ganjil Genap di Jam Sibuk

Muhammad Al Hasan 25 Oktober 2018 15:37 WIB
sistem ganjil genap
Masyarakat Lebih Suka Ganjil Genap di Jam Sibuk
FGD Efektivitas Penerapan Kebijakan Ganjil Genap di Wilayah Jabodetabek. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan melakukan survei efektivitas kebijakan ganjil genap di wilayah Jabodetabek. Survei menunjukkan 90 persen masyarakat tak setuju kebijakan ganjil genap di akhir pekan.

"Hampir 90 persen responden tidak setuju dengan pelaksanaan ganjil genap saat weekend," kata Peneliti Balitbang Kementerian Perhubungan, Siti Maimunah, dalam diskusi di Hotel Grand Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Siti menyebut masyarakat hanya ingin pelaksanaan ganjil genap dilakukan di hari kerja dan di jam tertentu khususnya di jam sibuk. Masyarakat juga tidak setuju ganjil genap dilakukan seharian penuh.


"Namun, hanya cukup di jam sibuk pagi dan sore, yaitu dari pukul 06.00–10.00 WIB dan dari pukul 16.00–20.00 WIB. Ini sudah sesuai dengan yang dilakukan Dishub DKI," kata Siti Maimunah.

(Baca juga: Ganjil Genap Terus Menuai Hasil Positif)

Siti menambahkan waktu pelaksanaan ganjil genap selama ini dinilai belum sesuai. Sementara penerapan pada sejumlah ruas dinilai sudah cukup. 

Kepala Balitbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyebut hasil survei juga menunjukkan ganjil genap tak bisa diteruskan atau dipermanenkan. Sebab, kebijakan ini tidak berhasil mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum. 

"Berarti kan ini kebijakannya untuk jangka panjang kurang pas, sehingga kita mendorong kebijakan yang lebih permanen," tutur dia. 

Survei dilakukan terhadap 13.244 pengguna mobil pribadi. Sebanyak 52 persen yang disurvei berdomisili di Jakarta. Survei dilakukan secara daring.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id