NEWSTICKER
Ilustrasi ganjil genap/MI/Ramdani
Ilustrasi ganjil genap/MI/Ramdani

Peniadaan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 5 April

Nasional dki jakarta Virus Korona virus corona
Siti Yona Hukmana • 24 Maret 2020 14:50
Jakarta: Peniadaan ganjil genap di Jakarta diperpanjang. Pembatasan bagi kendaraan bermotor roda empat itu ditiadakan hingga awal April 2020.
 
"Peniadaan sistem ganjil genap diperpanjang hingga 5 April 2020," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Baca:Polantas Diperkuat Antisipasi Kemacetan Imbas Peniadaan Ganjil Genap

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengendara kendaraan roda empat bebas melaju di jalanan Jakarta. Namun, pengendara yang melakukan pelanggaran lain tetap ditindak.
 
Seperti pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm, memasuki jalur busway, melanggar markah jalan, dan menerobos lampu merah. Penilangan dilakukan dengan sistem elektronik.
 
"Tentunya, untuk penindakan pelanggaran ganjil genap ditiadakan. Selain itu tetap dilakukan penindakan," ungkap Fahri.
 
Peniadaan peraturan ganjil genap ini untuk mengurangi risiko penularan virus korona (covid-19) melalui transportasi umum. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap masyarakat bisa memilih transportasi yang aman bagi mereka untuk bepergian.
 
"Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi. Karena itu kita akan menghapuskan sementara kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang lebih minim risiko penularan," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.
 
Peniadaan peraturan ganjil genap ini dilakukan sejak Senin, 16 Maret 2020. Pemilik mobil bebas menggunakan kendaraan pribadinya di jalanan DKI Jakarta.
 
Masyarakat bisa menggunakan mobilnya dengan leluasa untuk melintasi wilayah yang terkena ganjil genap dalam tiga skema. Pertama, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Majapahit.
 
Skema kedua, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Simatupang). Skema ketiga, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin dan Jalan Tomang Raya. Terakhir, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, Jalan Gunung Sahari dan segmen persimpangan terdekat sampai pintu masuk jalan tol serta pintu keluar jalan tol sampai persimpangan terdekat.

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif