Pengemudi ojol, Ramli. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Pengemudi ojol, Ramli. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Curhat Pengemudi Ojol Setelah DKI Terapkan PSBB

Nasional Virus Korona
Theofilus Ifan Sucipto • 08 April 2020 13:15
Jakarta: Pemerintah diminta memperhatikan nasib pengemudi ojek online (ojol) saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan berlaku Jumat, 10 April 2020. Pasalnya, pendapatan ojol menurun hingga 50 persen dalam sehari sejak pandemi virus korona (covid-19).
 
“Pendapatan sangat menurun (hingga) setengahnya,” kata salah satu pengemudi ojol, Ramli, saat berbincang dengan Medcom.id di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2020.
 
Ramli mengaku, sebelum wabah covid-19 melanda, ia bisa meraup Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dalam sehari. Namun, selama pandemi korona, ia cuma bisa mendapat penghasilan Rp100 ribu per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia khawatir penerapan PSBB di Ibu Kota makin membuat penghasilan ojol menurun. Apalagi, pengemudi hanya boleh mengangkut barang bukan orang.
 
“Persentase pendapatan 70 persen dari mengangkut orang, 30 persen mengantar barang,” beber Ramli.
 
(Baca: Warga Miskin Jakarta Dapat Bansos Rp1 Juta per Bulan)
 
Ramli meminta pemerintah memberi bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi untuk menutupi kekurangan pendapatan harian. “Jadi, pemerintah tidak cuma memberi aturan tapi minimal ada solusi,” ujar dia.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pihaknya tidak lepas tangan pada masyarakat miskin dan rentan miskin di Ibu Kota. Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyiapkan bantuan sosial pada masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak PSBB dan terdampak perekonomian akibat covid-19.
 
Pihaknya bersama Kepolisian dan TNI bakal mendistribusikan sembako kepada masyarakat di kawasan padat penduduk dan masyarakat yang membutuhkan. "Akan didistribusikan mulai Kamis (9 April 2020) dengan begitu kita berharap kebutuhan masyarakat yang miskin dan rentan miskin bisa kita bantu," kata Anies, Selasa, 7 April 2020.
 
Pemprov DKI Jakarta juga sudah jauh hari menyiapkan kebutuhan masyarakat lewat Pasar Jaya. BUMD milik Pemprov DKI Jakarta itu siap melayani kebutuhan masyarakat dari jauh. Sebanyak 105 pasar di Jakarta siap mengantarkan kebutuhan masyarakat hingga ke rumah.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif