Pro Kontra Ganjil Genap di Kalangan Pengemudi
Muhammad Jupri, pengemudi yang kena imbas ganjil genap di Pintu Tol Bekasi. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
Bekasi: Muhammad Jupri, seorang pengemudi kendaraan pribadi, menolak kebijakan ganjil genap yang diterapkan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Kebijakan pengurai kemacetan itu dianggap menyulitkan masyarakat. 

"Satu contoh kalau ada keluarga sakit atau meninggal kan harus pulang hari ini. Apa harus menunggu besok atau putar alih ke pintu lain? Ini membuat masyarakat susah," kata Jupri saat putar balik di Gerbang Tol Bekasi Barat I, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 Maret 2018.

Dia mengatakan armada Transjabodetabek yang disiapkan untuk memudahkan pengemudi kendaraan pribadi menuju Jakarta tidak efektif. Pasalnya, trayek bus Transjabodetabek tidak rinci.


"Tujuannya tidak sampai ke pelosok yang kita tuju. Nah, justru itu kan menambah pengeluaran. Bayangkan kalau ada keluarga yang membawa sanak keluarga berjumlah banyak dari Bekasi ke Jakarta, ribet kan jadinya," tutur Jupri.

Irham, pengemudi lainnya, mendukung kebijakan ganjil genap yang tengah diterapkan. Kebijakan itu, kata dia, menunjukkan pemerintah telah berupaya memperhatikan masyarakat. Salah satunya untuk mengurangi kemacetan. 

Baca: Sistem Ganjil Genap Dorong Warga Pindah Moda Transportasi

"Ini berarti pemerintah tidak absen memantau masyarakat. Seharusnya ini didukung," ucap dia.

Namun, dia menilai pemerintah harus merealisasikan kebijakan itu di seluruh daerah di Nusantara. Ini agar mencegah kecemburuan sosial.
 
"Mungkin kebijakannya dengan cara jalan tolnya ditambah atau jika mau mengurangi volume kendaraan dan kapasitas tol, sebaiknya kebijakan ini diterapkan ke semua daerah," kata Irham.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id