Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

DKI Bersurat ke KBRI Ankara Terkait Nama Jalan Ataturk

Nasional DKI Jakarta Bapak Bangsa Turki Nama Jalan Bapak Bangsa Turki Jalan Ataturk
Antara • 22 Oktober 2021 04:43
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bersurat ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Ankara (Turki) terkait rencana penamaan salah satu jalan di Jakarta dengan nama Jalan Ataturk. Nama itu diambil dari nama Presiden Pertama Turki Mustafa Kemal Pasha.
 
"DKI sudah menyampaikan surat ke Dubes Indonesia untuk Turki menyampaikan bahwa kami tentu menghargai, menghormati usulan nama yang disampaikan oleh Pemerintah Turki," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) di Balai Kota Jakarta, Kamis malam, 21 Oktober 2021.
 
Ariza menyebut dalam surat dijelaskan di Jakarta ada aturan terkait dengan penamaan jalan. Antara lain ada proses diskusi dengar pendapat dengan masyarakat bila timbul kontroversi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun demikian kami sudah menyampaikan ada aturan ketentuan pergubnya terkait dengan penamaan jalan," kata Ariza.
 
Pihaknya berharap nama jalan yang diusulkan ialah nama kota, seperi Istanbul atau Ankara. Bukan nama tokoh.
 
"Kami berharap seperti nama yang kami berikan di Casablanca, dulu dengan Pemerintah Maroko. Jadi bukan nama tokoh tapi nama kota. Mudah-mudahan pihak dubes menyampaikan. Kami harap nanti Pemerintah Turki menyampaikan alternatif, pilihan-pilihan," kata politikus Gerindra itu.
 
Namun usulan ini mendapat penolakan beberapa pihak yang berpandangan Mustafa Kemal Pasha adalah tokoh sekuler dan bertanggung jawab menghapuskan Kesultanan Turki Usmani. Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan usulan nama Ataturk oleh Turki karena Mustafa Kemal Pasha dianggap sebagai pahlawan.
 
Termasuk langkahnya menjadikan Turki menganut sekularisme (memisahkan agama dan negara) serta dianggap sebagai revisi atas kemerosotan wibawa, pengaruh, dan sikap kesultanan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Mustafa Kemal Pasha juga dianggap sebagai pembebas Turki karena menolak dan memimpin perlawanan untuk lepas dari cengkraman kekuatan Barat yang ingin menguasai bagian-bagian negara Turki sekarang lewat Perjanjian Sevres yang menyatakan kesultanan menerima kekalahan dalam Perang Dunia I kepada Sekutu dan setuju membagi wilayah Turki.
 
"Menilai sosok seseorang tak bisa hanya satu sumber, karena segala kebijakan biasanya mempunyai latar sosiologis dan politik tertentu," kata Lalu.
 
Bagi rakyat Turki, Kemal Pasha adalah pembebas negeri itu dari penjajahan Barat. Semua mengakui jasanya sebagai pendiri Republik Turki.
 
"Bahkan fotonya masih dipajang di gedung dan lembaga pemerintahan," kata Lalu.
 
Baca: DKI Tampung Aspirasi Masyarakat Terkait Rencana Penamaan Jalan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif